Berita

foto: net

Dunia

Korsel Waswas Korut Protes Lewat Uji Rudal Balistik

RABU, 26 MARET 2014 | 17:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara melakukan uji-tembak dua rudal balistik ke lautan pada Rabu (26/3). Rudal yang diluncurkan dari wilayah Sukchon bagian utara Pyongyang tersebut terbang sekitar 650 km sebelum akhirnya jatuh ke laut.

"Peluncuran rudal balistik Korea Utara secara jelas melanggar resolusi PBB dan membangun provokasi bagi korea Selatan dan masyarakat internasional," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Kim Min-seok, pada Rabu (26/3) seperti dilansir Yonhap.

Kim menyebut bahwa terdapat dua rudal yang diluncurkan. Pertama pada pukul 2:35 dan yang kedua pada pukul 2:42 dini hari.


Kedua rudal tersebut, jelasnya, diprediksi merupakan jenis Rodong. Jenis rudal tersebut pernah diluncurkan oleh Korea pada tahun 2006 dan 2009.

Rodong merupakan rudal yang diperkirakan memiliki cakupan jarak antara 1.000 hingga 1.500 km, dinilai berbahaya karena mampu membawa hulu ledak nuklir.

Peluncuran rudal tersebut dilakukan beberapa jam setelah Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menggelar pertemuan di Den Haag, Belanda, di sela forum nuklir global untuk mencari kerjasama yang lebih luas terkait denuklirisasi Korea Utara.

Sebelumnya, Korea Utara dikabarkan telah meluncurkan sejumlah rudal berjarak pendek dari pantai timur sejak akhir Februari lalu.

Akan tetapi, Kim juga mengakui bahwa peluncuran rudal tersebut bisa saja merupakan bagian dari protes Korea Utara atas latihan militer bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat bulan lalu.

"Serangan rudal dini hari Korea Utara diyakini sebagai bentuk protes terhadap latihan bersama Korea Selatan-Amerika Serikat dan menunjukkan kemampuan infiltrasinya," jelas Kim. [ald]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya