Berita

jokowi-gita

Kuasai Ekonomi dan Internasional, Gita Wirjawan Tepat Dampingi Jokowi

SELASA, 25 MARET 2014 | 17:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo butuh pendamping yang punya pengalaman di tingkat nasional dan internasional, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan karena melihat tantangan domestik dan global yang dihadapi Indonesia saat ini.

Karena harus diakui, Gubernur DKI Jakarta itu masih miskin pengalaman di tingkat pusat, apalagi mondial.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif IndoStrategi Andar Nubowo kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 25/3).


Menurut dosen FISIP UIN Jakarta ini, dari sekian banyak tokoh, Gita Wirjawan memiliki kriteria tersebut. Selain punya kesamaan dengan Jokowi dari beberapa aspek, seperti pemimpin muda, kompetensi, integritas, dan pengalaman birokrasi, dan satu lagi, Gita bisa melengkapi sosok Jokowi.

Pasalnya, peserta Konvensi Capres Partai Demokrat itu pernah menjadi Kepala BKPM dan Menteri Perdagangan. Karena itu, dia pasti paham seluk beluk bidang investasi, ekonomi dan perdagangan nasional dan internasional. Selain memang Gita merupakan pengusaha sukses.

Sosok Gita semakin dibutuhkan karena perannya yang tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin diapresiasi publik internasional saat dia masih di pemerintahan. Terutama saat ini dimana Indonesia tidak bisa tidak harus bekerja sama dengan negara-negara lain.

Lebih jauh Andar menambahkan, selain punya jaringan internasional yang cukup kuat dalam bidang ekonomi dan perdagangan, Gita yang merupakan alumnus Harvard University, AS ini juga punya network dalam bidang pendidikan. Namun, karena kedekatannya dan pergaulan internasionalnya, Gita dianggap sebagai agen asing dan kepentingan global.

Meski menurutnya, hal itu hanya persepsi politik dan itu sah-sah saja. Karena Gita diyakinnya cukup paham mana kepentingan nasional Indonesia yang harus dinegosiasikan di forum global. "Gita tampaknya cukup memahami national interest itu sehingga beberapa waktu lalu Australia sempat marah dengan kebijakan-kebijakan Gita," tukasnya.

Dengan alasan ini, jika dibandingkan dengan tokoh yang lain, Jokowi yang populis-merakyat dapat dilengkapi sosok Gita Wirjawan yang punya kemampuan ekonomi dan jaringan internasional. "Gita Wirjawan, dalam konteks ini, memiliki keunggulan-keunggulan komplementatif itu," demikian alumni EHESS Paris, Perancis ini. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya