Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengunjungi museum rumah penulis cilik Anne Frank di Amsterdam, Belanda pada Minggu (23/3).
"Abad ke-20 dikarakteristikan oleh perang dan kekerasan terhadap hak asasi dasar manusia. Saya ingin menjamin hal yang sama tidak akan terjadi di abad ke-21, dan saya berbagi tanggung jawab untuk menyadari tujuan ini," kata Abe ketika memberikan pernyataan di museum seperti dilansir Japan Times.
Nama Anne Frank menjadi mendunia setelah tulisannya ditemukan di dalam buku harian yang dia sembunyikan sebelum akhirnya tewas di kamp konsentrasi Nazi. Buku harian Frank kemudian menjadi salah satu peninggalan dan memorial bersejarah atas korban Holocaust.
Rumahnya di Amsterdam yang menjadi tempat persembunyian dia dan keluarganya selama tahun 1942-1944 kini dijadikan museum yang berhasil menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya. Kedatangan Abe ke Belanda guna menghadiri pertemuan G7 atau Group of Seven summit dan keamanan nuklir.
"Kami ingin menghadapi kenyataan sejarah dengan cara yang rendah hati dan untuk melewati pembelajaran sejarah pada generasi selanjutnya," kata Abe sambil menambahkan bahwa kunjungan tersebut dilakukannya untuk merealisasikan perdamaian di seluruh masyarakat internasional.
Sikap Abe terhadap simbol-simbol sejarah telah menyedot perhatian sejak beberapa waktu terakhir. Pada Desember tahun lalu, Abe mendapat kecaman dari China dan Korea Selatan setelah mengunjungi kuil Yasukuni di Tokyo. Kuil tersebut dipandang sebagai simbol agresi Jepang selama perang.
Bagi negara-negara yang pernah diduduki Jepang, sikap Abe tersebut dinilai sebagai bentuk pemberian penghormatan pada penjahat perang jelas tinggi serta sejumlah prajurit yang tewas semasa perang. Pasalnya, kuil Yasukuni mengabadikan sekitar 2.46 juta orang yang meninggal selama perang yang terjadi mulai tahun 1853, termasuk semasa Perang Dunia II.
China dan Korea Selatan kerap melontarkan kritik atas kunjungan Abe tersebut dan menyebut bahwa Jepang sama seperti Jerman yang belum menembus kekejaman masa perang. Duta Besar China untuk Jerman membandingkan kunjungan Abe ke kuil Yasukuni dengan ide yang tak pernah terpikirkan oleh kanselir Jerman untuk meletakkan bunga di bunker Hitler.
Namun Jurubicara Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut bahwa tidak ada kontradiksi antara kunjungan Abe ke kuil Yasukuni dan rumah Anne Frank. Terlebih dalam kunjungannya, Abe kerap mengeluarkan pernyataan bahwa Jepang tidak akan pernah berperang lagi.
[wid]