Berita

Disadap, Produsen Telekomunikasi Terbesar China Kecam Badan Keamanan Amerika Serikat

SENIN, 24 MARET 2014 | 15:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Produsen telekomunikasi dan internet terbesar di China, Huawei, mengecam National Security Agency (NSA) pada Senin (24/3) setelah muncul laporan bahwa badan keamanan Amerika Serikat tersebut telah melakukan penyadapan pada jaringan perusahaan tersebut secara diam-diam selama bertahun-tahun.       

Kecaman tersebut muncul setelah media Amerika Serikat The New York Times dan media Jerman Der Spiegel pada Sabtu (22/3) melansir laporan yang menyebut bahwa NSA dapat mengakses arsip email Huawei serta komunikasi antar pemimpin perusaan, serta mengetahui kode rahasia dari sejumlah produknya.        Laporan tersebut didasarkan pada dokumen yang dibocorkan oleh mantan kontraktor NSA, Edward Snowden.       

"Bila tindakan yang disebutkan dalam laporan benar, Huawei mengecam aktivitas yang ikut campur dan menyusupi jaringan internal perusahaan kami dan memonitor komunikasi kami," kata Wakil Presiden Huawei untuk Hubungan Internasional, Roland Sladek, melalui pernyataan pada Senin (24/3) seperti dilansir Asia One.       


Ia menambahkan, pihaknya tidak sepakat dengan seluruh aktivitas yang mengancam keamanan jaringan dan akan bekerjasama dengan seluruh pemerintahan, pemangku kepentingan industri, serta pelanggan untuk bersama-sana menerapkan sikap terbuka dan transparan dalam menghadapi tantangan keamanan jaringan global.       

Tujuan awal operasi NSA melakukan penyadapan, menurut dokumen tahun 2010 yang dibocorkan adalah untuk mencari hubungan antara Huawei dengan militer China.    Namun tujuan tersebut kemudan berkembang, termasuk untuk menyertakan penetrasi produk komunikasi Huawei yang dijual ke negara-negara ketiga demi mendapatkan akses jaringan di seluruh dunia.       

Sementara itu melalui sebuah pernyataan, NSA menyebut bahwa publikasi mengenai rincian mentode pengawasan yang dilakukan lembaganya membahayakan keamanan nasional Amerika Serikat. Pernyataan menyebut bahwa NSA fokus untuk melawan target intelijen asing yang telah valid serta menaggapi kebutuhan intelijen.       

"Kami tidak menggunakan kemampuan intelijen asing untuk mencuri rahasia dagang dari perusahaan asing atas nama perusahaan Amerika Serikat atau memberikan intelijen yang kami kumpulkan untuk meningkatkan daya saing mereka," kata keterangan tersebut. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya