Berita

foto:net

Dunia

Pencarian MH370 Tetap Fokus di Samudera Hindia dan Selat Malaka

SENIN, 24 MARET 2014 | 11:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang telah memasuki pekan ketiga mendapatkan data baru dari tangkapan gema radar satelit Perancis. Data tersebut menemukan objek yang diduga puing dari MH370 yang terletak di Samudera Hindia bagian Selatan.

Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Perancis, objek tersebut terletak sekitar 2.300 km dari kota Perth Australia. Namun pernyataan tersebut tidak memberikan rincian mengenai arah ataupun kapan tangkapan radar tersebut diambil.

Data dari otoritas Prancis tersebut berupa gema satelit yang dihasilkan radar, dan bukan tangkapan gambar. Radar tersebut bekerja dengan cara mengirimkan gelombang radio atau gelombang mikro dan kemudian mendengarkan gema yang memantul kembali.


"Perancis telah memutuskan untuk memobilisasi satelit pelengkap untuk melanjutkan pencarian di zona diidentifikasi," tulis pernyataan Kementerian tersebut seperti dilansi BBC pada Minggu (23/3).

Sementara itu pada hari Minggu, Kementerian Transportasi Malaysia melalui pernyataan mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima data dari Perancis tersebut.

"Pagi ini, Malaysia menerima citra satelit baru dari otoritas Perancis yang menunjukkan objek potensial di sekitar koridor Selatan. Malaysia segera menyampaikan citra tersebut pada pusat penyelamatan koordinasi Australia," kata keterangan tersebut.

Berdasarkan informasi satelit, baik dari Perancis, Australia, dan China, pencarian MH370 dilakukan di dua koridor yang berbeda yakni di jalur yang membentang ke utara-barat dari Selat Malaka, dan koridor di arah selatan.

Namun hingga Minggu (23/3), tak satu pun negara yang terletak di koridor utara melaporkan adanya kontak radar di Samudera Hindia. Australian Maritime Safety Authority (AMSA) menyebut bahwa pencarian di Samudera Hindia belum membuahkan hasil yang signifikan.

"Tidak ada penampakan penting," kata pernyataan AMSA.

"Area pencarian mengalami kabut laut dini khususnya di wilayah barat, namun kondisi membaik di siang hari," kata pernyataan tersebut.

AMSA juga menyebut bahwa pencarian pada hari Minggu telah melibatkan empat pesawat militer dan sipil dan telah menyisir area dengan total seluas 59,000 km persegi  di selatan-barat Perth. Akan tetapi pencarian akan tetap dilanjutkan pada hari ini dengan tambahan dari pesawat militer China Ilyushin IL-76, dan pesawat Jepang P-3C Orion.[wid]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya