Komandan militer NATO di Eropa, Gen Philip Breedlove, mengeluarkan peringatan atas pengerahan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina.
Ia menilai bahwa pasukan Rusia tersebut memicu kekhawatiran dan ancaman bagi wilayah Trans-Dniester.
"Ada kekuatan yang benar-benar cukup mengambil sikap di perbatasan timur Ukraina untuk lari ke Trans-Dniester bila keputusan telah dibuat untuk melakukan hal tersebut, dan itu sangat mengkhawatirkan," kata Breedlove dalam sebuah acara di Brussel seperti dilansir BBC pada Senin (24/3).
"Rusia bertindak lebih seperti musuh dari rekan," lanjutnya.
Trans-Dniester atau disebut juga Transnistria merupakan wilayah yang berada di lanjut dataran antara sungai Dniester dan perbatasan Moldova timur dengan Ukraina.
Sejak mendeklarasikan kemerdekaan pada tahun 1990 dari Moldova, wilayah tersebut dikenal sebagai negara Pridnestrovian Moldavian Republic (PMR) yang juga dikenal sebagai Pridnestrovie. Namun kemerdekaanya tidak diakui oleh satupun negara anggota PBB.
Trans-Dniester saat ini dianggap sebagai wilayah otonomi dengan status hukum khusus oleh Republik Moldova.
Sejak Krimea memilih bergabung dengan Rusia, Trans-Dniester telah mengirimkan permintaan untuk juga bergabung dengan Federasi Rusia.
Sementara itu, menanggapi pengerahan pasukannya di perbatasan Ukraina, Rusia menyebut bahwa hal tersebut telah sesuai dengan perjanjian internasional.
Pengerahan tersebut dilakukan menyusul aneksasi Rusia terhadap Krimea dari Ukraina yang dilakukan sejak pertengahan bulan ini.
Di sisi lain, Perdana Menteri Ukraina, Andriy Deshchytsia memperingatkan bahwa risiko perang dengan Rusia telah meningkat.
"Malasah dengan Putin adalah bahwa ia tidak ingin menggelar pembicaraan, bukan hanya dengan pemerintah Ukraina, namun juga dengan pemimpin negara-negara barat," kata Deshchytsia seperti dilansir
BBC pada Senin (24/3).
"Dan ini cukup berbahaya bagi proses pengambilan keputusan. Kami hanya bisa memperkirakan bahwa ia bisa melakukan invasi," tandasnya.
[zul]