Berita

KPU-Bawaslu harus Hentikan Kampanye Terbuka yang hanya Diisi Hura-hura

SENIN, 24 MARET 2014 | 09:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Jika ada panggung kampanye atau izin untuk kampanye yang ternyata prakteknya lebih banyak didominasi kegiatan-kegiatan yang tidak terkait dengan penyampaian visi-misi dan program partai politik, sebaiknya kegiatan itu dihentikan oleh Bawaslu atau KPU.

"Kita semua dirugikan oleh kegiatan atas nama kampanye tapi subtansi visi-misi dan program partai tak tersosialisasi. Kegiatan kampanye model seperti ini menambah kosongnya debat-debat visioner partai poltik yang memang sudah terasa sejak awal sepi dari diskusi subtansi kebangsaan," jelas pengamat Pemilu Ray Rangkuti (Senin, 24/3).

Hal itu ditegaskan Ray karena melihat kampanye terbuka selama seminggu yang telah berlalu miskin subtansi. Publik tidak mendapatkan bayangan apa yang akan dicapai 5 tahun kedepan setelah pemilu 2014. Apakah kedaulatan pangan semakin kokoh, pemberantasan korupsi makin intens, kasus Bank Century dibuka dan diselesaikan, sikap partai atas utang negara yang semakin menumpuk, sikap parpol terhadap HAM dan sebagainya.


"Masa depan Indonesia untuk 5 tahun ke depan justru gelap di saat ia mestinya dikomunikasikan. Oleh karena itu, kita menghimbau agar dua minggu pelaksanaan kampanye ke depan benar-benar diisi dengan debat-debat subtansial tentang Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya Ray menyatakan, seminggu kampanye terbuka yang marak antara lain pengerahan anak-anak kecil, konvoi yang melanggar lalu lintas, praktek politik uang kecil-kecilan, penyebaran spanduk dan alat peraga yang menyalahi ketentuan. Selain itu, panggung rapat terbuka lebih banyak didominasi kegiatan hiburan lain semisal kuis, dan sebagainya daripada membangun komitmen bersama untuk Indonesia lima tahun ke depan. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya