Berita

foto:net

Dunia

Ketegangan Meningkat, Suriah Sebut Israel Langgar Perjanjian 1974

KAMIS, 20 MARET 2014 | 18:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Ketegangan antara Israel dan Suriah semakin meningkat menyusul serangan bom yang terjadi di dataran tinggi Golan, dekat dengan perbatasan Suriah, Selasa (18/3).

Dalam insiden tersebut, empat orang pasukan Israel terluka ketika sebuah bom tiba-tiba meledak di jalan dekat mobil patroli pasukan Israel di dataran tinggi Golan. Pihak Israel menuding bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pemerintah Suriah.

Menyusul hal tersebut, Israel mengeluarkan peringatan kepada pemerintah Suriah bahwa setiap agresi terhadap warga Israel akan berhadapan dengan pasukannya.


Pada pertemuan kabinet pada Rabu (19/3), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan tersebut bukan hanya difasilitasi, namun juga hasil kerjasama dengan pemerintah Suriah.

"Kebijakan kami sangat jelas, kami menyerang siapa yang menyerang kami," tegasnya seperti dilansir CNN.

Menanggapi insiden ledakan bom tersebut, pasukan Israel membalas dengan serangan artileri yang menargetkan militer Suriah di perbatasan.

"Kami tidak akan mentolerir setiap pelanggaran kepada kedaulatan kami serta serangan terhadap tentara dan warga sipil kami," kata Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya'alon.

Ia menuding bahwa pemerintahan Presiden Bashar al-Assad bertanggungjawab atas serangan tersebut.

"Kami melihat rezim Assad bertanggungjawab atas apa yang terjadi di wilayahnya, dan bila terus bekerjasama dengan organisasi terorisme yang mencoba menyerang Israel, kami membuat ia (Assad) membayar dengan harga tinggi," lanjutnya.

Sementara itu pernyataan dari komando militer Suriah menyebut bahwa serangan udara yang dilayangkan oleh Israel telah menewaskan satu tentara dan melukai tujuh lainnya di wilayah Quneitra. Quneitra adalah satu-satunya titik akses antara Suriah dan Israel.

Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa artileri, tank, serta sejumlah perangkat militer Israel lainnya yang dikerahkan di dekat desa Seheit juga menyebabkan sejumlah kerusakan. Militer Suriah juga menuding bahwa Israel telah melanggar perjanjian tahun 1974 yang dibuat oleh kedua negara melalui tekanan menggunakan dalih terorisme kepada Suriah. [rus]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya