Berita

Inggris Keluarkan Koin Baru untuk Sikapi Pemalsuan

RABU, 19 MARET 2014 | 12:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Koin bernilai satu pounsterling (£1) yang ada saat ini akan segera digantikan dengan koin berdesain baru dengan bentuk yang tidak lagi bulat melainkan memiliki 12 sisi.

Seperti dilansir Daily Mail pada Selasa (18/3), prototipe koin baru tersebut telah dibawa oleh kanselir departemen keuangan Inggris George Osborne ke Buckingham Palace untuk diperlihatkan pada Ratu.

Osborne menyebut bahwa peralihan koin £1 tersebut akan dimulai pada tahun 2017 mendatang.


Peralihan koin tersebut, jelasnya, merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan demi memerangi koin palsu palsu yang beredar. Koin tersebut diklaim oleh perancangnya sebagai koin yang paling sulit disalin di
dunia.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa tiga persen atau sebanyak 45 juta koin £1 yang beredar di Inggris saat ini adalah palsu.

Koin £1 yang beredar saat ini telah digunakan sebagai alat tukar sejak tahun 1983. Terhitung hingga Maret 2013, sebanyak 1.5 miliar koin £1 telah beredar di Inggris.

Rancangan koin baru memiliki ukuran yang hampir sama dengan koin sebelumnya, namun berbentuk tidak lagi bulat melainkan memiliki 12 sisi.

Koin berwarna emas-silver itu dibuat dengan menggunakan iSIS atau integrated Secure Identification System. Itu berarti, koin baru tersebut dibuat dengan bahan tambahan yang akan bisa diidentifikasi dengan scanner berkecepatan tinggi. Hal tersebut akan bisa membuat mesin penjualan otomatis dapat mengidentifikasi dengan mudah apakah koin yang dimasukkan ke dalam mesin asli atau palsu.

Namun perusahaan mesin pembayaran otomatis seperti parking meters atau vending machines harus mengeluarkan anggaran untuk melakukan penyesuaian dengan koin baru tersebut.

Sebagaimana semua koin Inggris, maka gambar Ratu akan berada di bagian depan sisi koin. Sementara itu sisi belakang masih belum ditentukan. Departemen Keuangan akan mengadakan kompetisi untuk menentukan gambar apa yang tepat untuk diletakkan pada sisi belakang koin.

Merujuk pada sejarahnya, bentuk koin baru yang memiliki 12 sisi tersebut serupa dengan koin tiga peni atau 'thrupenny'  yang beredar dari tahun 1937 hingga 1971.

Koin tersebut cukup popular pada masa Perang Dunia II karena ukuran dan bentuk yang khaw membuatnya mudah untuk dikenali dalam keadaan gelap. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya