Berita

Hukum

Walikota Banjarmasin dan Eks Bupati Tanah Laut Segera Naik Sidang

KAMIS, 13 MARET 2014 | 19:47 WIB | LAPORAN:

Berkas perkara milik Wali Kota (Wako) Banjarmasin, Muhidin dan Bupati Tanah Laut, Adriansyah akhirnya rampung alias P-21. Keduanya diduga kongkalikong memuluskan izin usaha pertambangan (IUP) PT Binuang Jaya Mulya.

Kasubdit III Dit Tipikor Bareskrim Kombes Darmanto menyatakan bahwa berkas keduanya telah lengkap sejak Selasa (11/3) kemarin. Selanjutnya, berkas akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Muhidin saat ini tercatat masih aktif menjabat dan memimpin Kota Banjarmasin, sementara Adriansyah baru selesai masa jabatannya September 2013 lalu. Muhidin merupakan pemilik saham PT Binuang Jaya Mulia yang bergerak di tambang batubara.


"Selama P-21 nggak ditahan. Situasinya mungkin sebenarnya kaitan dengan masalah ijin," terang dia.

Kasus ini telah disidik oleh penyidik Bareskrim sejak tahun 2011 lalu. Soal mengapa penanganannya terkesan lamban, kata Darmanto disebabkan berkas yang terus bolak-balik dari penyidik dan kejaksaan.

"P-19-nya lama sekali, sampai 5 kali," terang dia.

Selain Muhidin dan Adriansyah, yang juga jadi tersangka dalam rangkaian kasus ini adalah pemilik PT. Binuang Jaya Mulya dan CV. Rahma bernama Rahman yang diduga melanggar pasal 13 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI 20/2001.

Juga ada Nurseto dan Surya Hartono yang diduga melanggar pasal 55 KUHPidana jo pasal 15 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001.

Masalah ini bermula saat ada aliran dana dari Muhidin kepada Adriansyah terkait permasalahan penyelesaian tata batas wilayah Kabupaten Tanah laut dengan Kabupaten Tanah Bumbu terkait lokasi izin tambang batubara.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya