Berita

suryadharma ali

Libatkan Masyarakat Umum, Tujuh Capres PPP akan Sampaikan Visi Misi

SELASA, 04 MARET 2014 | 10:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Persatuan Pembangunan menghormati ajakan Ketua Umum DPP Partai Demokrat SBY agar digelar debat capres lintas partai.

Namun, partai berlambang kabah ini mengingatkan agar setiap partai menghormati masing-masing partai yang punya mekanisme sendiri dalam menentukan siapa yang akan diusung sebagai capres pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

"Harus dipahami dan dihormati, masing-masing partai mempunyai mekanisme dalam merekrut capres. Sejauh sebelum ada UU atau aturan agar rekrutmen capres harus demikian, bla bla bla, kita tidak bisa memaksakan," jelas Jubicara DPP PPP M. Arwani Thomafi kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 4/3).


PPP sendiri, sambungnya, sudah menetapkan tujuh nama sebagai bakal calon yang diputuskan dalam Musyawarah Kerja Nasional PPP yang digelar di Grand Preanger Hotel, Bandung, pada 7-9 Februari lalu.

Ketujuh bakal calon itu, jelasnya, akan dihadirkan dalam forum terbuka, yang tidak hanya dihadiri terbatas struktur dan anggota partai, tapi masyarakat luas. Dalam forum itu nanti akan didengarkan pemikiran, serta visi-misi setiap bakal calon. "Kita masih matangkan teknisnya. nanti akan sampaikan," jawab Arwani saat ditanya kapan forum terbuka yang menghadirkan para bakal capres itu akan digelar.

Tujuh balon capres PPP adalah Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali; mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla; dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Selebihnya, Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin; mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Khofifah Indar Parawansa; Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia, Isran Noor; dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddique.

Sebelumnya direncanakan, forum terbuka itu mulai dilangsungkan pada Sabtu (1/3) kemarin dengan menghadirkan Jusuf Kalla sebagai orang pertama. Namun, batal. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya