Berita

Bisnis

Lafadz Allah di Video Klip Katy Perry Akhirnya Dihapus

JUMAT, 28 FEBRUARI 2014 | 17:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lafazd Allah yang ada di video klip penyanyi pop asal Amerika Serikat Katy Perry sudah dihapus. Penghapusan tersebut menyusul kontroversi dan penolakan yang muncul dari masyarakat internasional.

Salah satu bentuk penolakan tersebut adalah petisi yang dilayangkan oleh warga negara Inggris, Shazad Iqbal melalui situs change.org. Shazad Iqbal berhasil meraih lebih dari 65 ribu dukungan lewat petisi yang diluncurkan awal Selasa lalu untuk mendukung penghapusan video klip berjudul Dark House tersebut dari Youtube. Ia menilai video klip tersebut mengandung unsur fitnah.

Unsur fitnah yang dimaksud merujuk pada bagian dalam video klip, tepatnya pada menit 01:15, yang menunjukkan seorang pria mengenakan dua buah kalung dengan salah satu liontinnya berlafazdkan "Allah" dalam bahasa Arab.


Dalam video klip diceritakan bahwa pria tersebut datang ke hadapan Katy Perry yang berperan sebagai putri dengan latar Mesir Kuno dengan membawa berlian besar. Namun pria tersebut kemudian dimusnahkan oleh sebuah cahaya yang membuatnya berubah menjadi pasir, kalung yang dikenakannya pun juga turut berubah menjadi pasir. Sebagian pasir tersebut kemudian diambil oleh Perry untuk ditelan.

Video klip tersebut tidak dihapus dari Youtube, namun liontin berlafazd Allah telah dihapuskan dalam video tersebut.

"Nama Allah telah dihapus dari video Dark House. Kami tidak bisa melakukannya tanpa dukungan semua orang. Jadi saya berterima kasih kepada setiap orang, suara kami telah didengar," kata Iqbal di Change.org yang juga disampaikan ke setiap alamat email orang yang menandatangai petisi tersebut.

"Saya merasa bahwa dampak yang telah kita buat dan jumlah total dari tanda tangan yang diperoleh menyampaikan betapa berharganya penyebab ini (video klip), itu langkah yang signifikan menuju arah yang benar," lanjutnya.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya