Berita

FOTO:RMOL

Politik

DEBAT KONVENSI RAKYAT

Yusril Ihza Mahendra: Presiden Mendatang Harus Cerdas dan Berani

MINGGU, 16 FEBRUARI 2014 | 16:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Siapa pun presiden terpilih hasil Pemilu 2014 akan menghadapi tantangan sangat berat. Oleh karenanya, presiden mendatang haruslah orang yang cerdas dan berani melakukan terobosan-terobosan dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia.

Demikian dikatakan calon presiden Konvensi Rakyat, Yusril Ihza Mahendra dalam debat Konvensi Rakyat yang digelar Gedung Graha Pena Makassar, Jalan Urip Sumeharjo, Kota Makassar Sulawesi Selatan (Minggu, 16/2). Debat konvensi rakyat yang keempat ini mengangkat tema Meningkatkan Perekonomian Bangsa.

"Presiden baru tidak punya pilihan selain menjalankan APBN yang disusun pemerintah sekarang. Presiden baru akan dilantik pada 20 Oktober 2014, sementara APBN yang diajukan presiden saat ini sudah disahkan oleh DPR awal Agustus 2014. Melihat struktur APBN sekarang berat sekali," paparnya.


Menurut Yusril, tugas pemimpin masa depan adalah menegakan kedaulatan di bidang ekonomi. Praktik ekonomi yang harus dijalankan adalah ekonomi demokrasi sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUD 1945 yang intinya menjalankan kemandirian ekonomi alias mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dalam konteks itu, kata Yusril, negara harus melakukan pemihakan. Urusan ekonomi tidak bisa tanpa ada pemihakan Negara.

Dicontohkan dia, Mahatir Muhammad saat menjadi Perdana Menteri Malaysia membuat kebijakan ekonomi yang memihak kepada orang Melayu. Pemihakan yang dilakukan Mahatir tersebut bukan rasis tapi justru bentuk keadilan ekonomi. Sebab, kebanyakan rakyat Malaysia yang hidup miskin adalah orang-orang Melayu, bukan dari etnis China atau etnis lainnya.

"Di Indonesia, negara harus berpihak kepada petani, nelayan dan buruh kecil. Mereka hidup serba kekurangan," imbuhnya.

Pemihakan negara, papar Yusril, antara lain mensubsidi petani dengan cara membeli produk-produk mereka, bukan dengan mensubsidi pupuk, benih dan lain-lainnya.

"Kalau harga beras 1 kilogramnya Rp 7 ribu, negara harus membeli dengan harga Rp 10 ribu. Dengan ini petani menjadi kaya, tidak ada lagi tukan ijon. Kalau petani kuat, negara juga akan kuat. Kalau petani sejahtera, negara jadi sejahtera," demikian Yusril.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya