Berita

M. Kitamura dan Yusron IM

J-Power Berharap Hambatan Proyek Batang dapat Segera Teratasi

RABU, 12 FEBRUARI 2014 | 19:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Semoga berbagai hal yang menghambat proyek pembangunan pembangkit listrik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, segera dapat diatasi.

Harapan itu disampaikan Presiden Direktur J-Power, Masayosi Kitamura, ketika bertemu dengan Dubes RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra di KBRI Tokyo, Rabu siang (12/2). Dalam pertemuan itu Dubes Yusron didampingi DCM Jony Sinaga dan beberapa atase.

J-Power adalah perusahaan pembangkit tenaga listrik terbesar di Jepang. Selain J-Power pembangunan pembangkit listrik itu juga melibatkan Adaro Power dan Itochu yang juga perusahaan Jepang.


“Jika pembangunan pembangkit tenaga listrik berkekuatan 2.000 Megawatt itu dapat terlaksana, hal ini bukan hanya bermakna bagi kepentingan J-Power, melainkan juga bermanfaat bagi Indonesia. Kerjasama ini bersifat saling menguntungkan,” begitu dikatakan Kitamura dalam keterangan yang dikirimkan KBRI Tokyo.

Pembangkit listrik itu menggunakan bahan bakar batubara dengan sistem ultra super critical termodern dan terbesar serta yang pertama dibangun di Asia.

Menjawab harapan J-Power itu, Dubes Yusron mengatakan, pihaknya amat menyadari arti penting pembangunan pembangkit tenaga listrik dimaksud.

“Tanpa pasokan tenaga listrik yang memadai, kita bukan saja akan terganggu dalam menjalankan tugas atau kehidupan sehari-hari. Melainkan, industri nasional kita juga akan terganggu dan kita pun akan tersisih dalam persaingan menarik investor-investor asing dari berbagai bidang yang bermanfaat bagi pembangunan ekonomi kita,” ujar Yusron.

Pembangunan pembangkit tenaga listrik itu menggunakan skema Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) dan terhambat persoalan teknis di lapangan yang berkaitan dengan pembebasan lahan.

Sudah 87 persen lahan untuk keperluan pembangunan pembangkit tenaga listrik ini dibebaskan. Tetapi 13 persen sisanya masih terhambat. Di sisi lain, dari sisi pendanaan tentu ada batas waktu yang harus diperhatikan. Bila melewati batas waktu itu proyek ini terancam gagal.

Kitamura memuji sikap Pemerintah Indonesia, terutama Menko Perekonomian Hatta Rajasa, yang telah mengambil langkah-langkah positif tentang hal ini. Termasuk, dicapainya kesepakatan perpanjangan waktu selama satu tahun. Namun demikian, jika tidak berhati-hati, batas waktu ini bisa terlewati.

Di akhir pertemuan, Dubes Yusron mengatakan bahwa KBRI Tokyo akan menghubungi pihak terkait di jajaran pemerintah Indonesia dan akan ikut berperan agar proyek di atas dapat terlaksana.

“Mengingat relevansinya dengan kepentingan nasional kita, proyek ini tidak boleh gagal. Apalagi proyek ini didasarkan atas skema BOOT dan bukan proyek berbasis utang atau pinjaman luar negeri,” ujar Yusron. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya