Berita

usman harun/net

Ada Pelajaran Penting bagi Indonesia di Balik Protes Singapura

RABU, 12 FEBRUARI 2014 | 08:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Protes Singapura soal pemakaian nama Usman-Harun bagi kapal perang Indonesia merupakan bentuk intervensi yang tidak bisa ditolerir. Namun di saat yang sama, ini juga menjadi pelajaran bagi RI untuk mengambil beberapa langkah.

Pertama, kata  Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting, Indonesia perlu segera membangun kilang minyak baru dan cadangan minyak strategis di dalam negeri sehingga ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura bisa diakhiri. Bila tidak segera dilakukan, maka akan mempersulit RI menghadapi potensi ancaman di Asia Pasifik.

"Kita sangat menyayangkan langkah Pemerintah RI melalui wakil menteri ESDM yang justru mengemis kepada investor di Singapura untuk membangun kilang minyak baru. Padahal APBN kita mampu. Langkah tersebut menunjukkan mental inlander yang melekat pada pejabat negara Indonesia," ungkap Twedy kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 12/2).


Kedua, lanjut Twedy, Pemerintah Indonesia perlu segera mengambil alih wewenang pengelolaan Flight Information Region (FIR) dari Singapura karena hal tersebut menyandera NKRI. Ironis, Penerbangan di wilayah Kepulauan Riau, baik sipil dan militer, harus minta izin ke negara kecil Singapura. Hal ini tentu saja mengesampingkan posisi strategis NKRI di Asia Pasifik.

Ketiga, masih kata Twedy, protes Singapura tersebut juga harus menjadi momentum bagi Pemerintah Indonesia untuk segera menjadikan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa sebagai pilar nasionalisme bangsa Indonesia, bukan sebaliknya.

"Dari segi potensi kekayaan alam yang luar biasa dan posisi geopolitik yang strategis, NKRI seharusnya menjadi negara terbesar di kawasan. Bukan menjadi bulan-bulanan negara besar dan tetangga," demikian Twedy. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya