Berita

AMM: Cegah Bencana, Taati Tata Ruang Nasional

SELASA, 11 FEBRUARI 2014 | 17:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Secara alamiah Indonesia adalah negeri yang rawan bencana alam. Namun, kesadaran antisipatifnya sangat rendah sehingga pemerintah selalu gagap dan lamban mengantisipasi begitu bencana terjadi.

Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Ali Masykur Musa (AMM) dalam Diskusi Panel Ahli PP ISNU di Gedung PBNU Jakarta (Selasa (11/2).

Menurut AMM, rendahnya kesadaran terhadap potensi bencana juga ditunjukkan oleh rendahnya kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Setiap hari Indonesia menggerogoti daya dukung lingkungan dengan merusak alam. Hutan-hutan dibabat, gunung-gunung digusur, ruang terbuka hijau diransek, dan daerah resapan air dikonversi menjadi gedung, mal, dan perumahan, serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) tidak diimplementasikan secara konsisten.


Jika kondisi ini tidak dihentikan, menurut AMM yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana Kelompok Kerja Audit Lingkungan se-Dunia (WGEA), Indonesia akan berubah dari "tanah surga" menjadi "tanah neraka". Siklus bencana akan menghantui Indonesia setiap tahun. Hasil pembangunan yang dicapai dengan susah payah akan sirna dalam sekejap. Kerugian materiil dan moril akan semakin tak terperi.

Sebelum terlambat, AMM mendesak agar road map pembangunan harus lebih bersifat ramah lingkungan, dari hulu hingga hilir. RTRW dibuat menyeluruh dan dilaksanakan secara konsisten. Daerah yang sudah ditetapkan sebagai ruang terbuka hijau tidak boleh dikonversi untuk dalih apa pun. Persentase luas hutan untuk setiap wilayah yang sudah ditetapkan harus dipenuhi.  Izin-izin pemanfaatan hutan dihentikan sementara. Langkah-langkah reboisasi dan penghijauan dilakukan sebagai gerakan nasional.

Pada akhirnya, imbuh AMM, kita semua bertanggung jawab mengarifi lingkungan. Sebab, bumi yang kita huni ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita dari masa silam, melainkan titipan untuk anak cucu di masa depan.

"Merusak lingkungan sama halnya merusak peradaban anak cucu,  menjaga lingkungan berarti merawat titipan demi masa depan anak cucu yang lebih baik," demikian pungkas Cak Ali, sapaan akrab salah satu Capres Konvensi Partai Demokrat ini.

Selain AMM, Diskusi Panel Ahli dengan tema "Indonesia: Peta Bencana dan Antisipasi" ini juga menghadirkan narasumber lain yaitu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Mayjen (Purn) Syamsul Maarif, Sekretaris Dewan Nasional Perubahan Iklim Ari Muhammad, dan Direktur Tata Ruang Wilayah Nasional Kementerian Pekerjaan Umum Dr. Budi Situmorang.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya