Berita

megawati/net

Megawati Diyakini Hanya Dengarkan Dua Pembisik untuk Capreskan Jokowi

SELASA, 11 FEBRUARI 2014 | 14:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila pada akhirnya Megawati Soekarnoputri mencapreskan Jokowi sebelum pemilihan legislatif 9 April, maka keputusan itu murni pertimbangan pribadi dan "pembisik"-nya. Dan "pembisik" Megawati itu ada dua, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan harapan rakyat yang terkandung di dalamnya.

"Jadi jika ada yang berpikir  bahwa jika Megawati mencapreskan Jokowi sebelum pileg karena survei-survei, atau karena gerakan Projo saat ini adalah salah besar dan keliru. Bahkan seorang Puan Maharani pun tidak bisa mempengaruhi keputusan Megawati," kata salah seorang inisiator PDI Perjuangan Pro-Jokowi  (Projo), Fahmi Alhabsyi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 11/2).

Menurut Fahmi, Megawati adalah sosok berkarakter seperti Bung Karno, yang menempatkan kepentingan bangsa, ideologi dan harapan rakyat yang terkandung di dalamnya, di atas kepentingan keluarga atau pribadi.


"Di luar dua pembisik, itu adalah pembusuk," tegas Fahmi, yang juga yakin Megawati bisa melihat dan merasakan vibrasi rakyat ketika Jokowi berada di tengah-tengah rakyatnya, dan harapan publik agar PDI Perjuangan  mengambil jalan yang terang dan tidak remang-remang sebelum pileg.

Fahmi menambahkan, sikap oposisi terhadap pemerintahan SBY merupakan bukti bahwa keinginan almarhum suaminya saja tidak dituruti untuk berkoalisi. Megawati melihat dan merasakan harapan rakyat yang begitu besar agar PDI Perjuangan menjadi penyeimbang pemerintahan SB, yang  jauh di atas harapan keluarga dan sebagian elit partai saat itu yang ingin menikmati lezatnya pemerintahan.

Fahmi memastikan, sikap kenegarawanan Megawati tidak perlu diragukan lagi ketika soal kebenaran, keadilan dan prinsip harus diambil demi kepentingan ideologi-kehormatan Bung Karno dan bangsa. Sikap positif Megawati yang sudah terbangun bertahun-tahun ini pun diyakini PDI Perjuangan Pro Jokowi tidak akan dipertaruhkan hanya untuk memenuhi keinginan dan agenda partai lain yang sangat mengharapkan Jokowi dicapreskan setelah pileg agar kemenangan PDI Perjuangan sejatinya kemenangan  ideologi bung karno bisa dibendung sejak awal. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya