Berita

konvensi rakyat

Politik

Konvensi Rakyat Jawaban Keinginan Rakyat

MINGGU, 09 FEBRUARI 2014 | 12:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Prinsip dasar demokrasi menyangkut konsep dari, oleh dan untuk rakyat. Namun pada praktiknya, hal itu tidak didapatkan dari partai politik yang dianggap sebagai representasi rakyat. Karena pada kenyataannya, parpol selama ini sangat oligarkis.

Begitu disampaikan Komite Konvensi Rakyat, Prof. Dr Laode Kamaluddin, dalam debat ketiga Capres Konvensi Rakyat di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), Kalimantan Timur (Minggu, 9/2). Selain sebagai Komite, Prof. Laode juga selaku Panelis dalam Debat Publik Konvensi Rakyat putaran ketiga.

Lebih jauh Laode menyatakan bahwa proses berdemokrasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak cukup mampu untuk membuat masyarakat tertarik meramaikan pemilihan umum. Sekarang ini demokrasi terpenjara oleh popularitas dan elektabilitas semata.


"Itu hanya untuk kepentingan si calon, dan bukan untuk rakyat," kata Laode.

Oleh karena itu, masih menurut Laode yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor, rakyat bisa mendapatkan hal itu dari Konvensi Rakyat.

"Apa yang diinginkan rakyat untuk memperoleh pemimpin yang benar-benar memahami rakyat, muncul dan bisa diperoleh dari konvensi rakyat," ujarnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya