ilustrasi/net
ilustrasi/net
Karena itu, kata Koordinator Nasional PDI Perjuangan Pro-Jokowi, Budi Arie Setiadi, ada roblem psikologis politik yang akan menghambat koalisi dua partai ini. Bila koalisi ini akhirnya terjadi, maka publik akan menilai sarat kepentingan transaksional dan pragmatisme. Dan ini, tentu saja sangat membahayakan nasib aspirasi rakyat yang menghendaki perubahan. Padahal perubahan tidak mungkin terjadi dengan membawa terlalu banyak "bagasi" lama.
Selain itu, katanya, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 8/2), gagasan koalisi PDI Perjuangan dan Demokrat akan menimbulkan pertanyaan besar mengenai apa sesungguhnya kepentingan elit partai. Pemilu 2014 pun terkesan hanya memiliki agenda minimalis dan hanya mengejar kepentingan jangka pendek.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
UPDATE
Senin, 11 Mei 2026 | 18:17
Senin, 11 Mei 2026 | 18:12
Senin, 11 Mei 2026 | 18:10
Senin, 11 Mei 2026 | 18:09
Senin, 11 Mei 2026 | 17:43
Senin, 11 Mei 2026 | 17:43
Senin, 11 Mei 2026 | 17:42
Senin, 11 Mei 2026 | 17:33
Senin, 11 Mei 2026 | 17:17
Senin, 11 Mei 2026 | 17:14