Berita

ahmad basarah/net

PDI Perjuangan Berharap Koalisi ke Depan Didasari Ideologi dan Program Pembangunan

JUMAT, 07 FEBRUARI 2014 | 19:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan judicial review UU Pemilihan Presiden (Pilpres) terkait dengan penggabungan pemilihan legislatif (pileg) sejalan dengan keputusan politik Kongres ke III PDI Perjuangan di Bali pada tahun 2010. PDI Perjuangan pun mengapresiasi kenegarawan MK karena telah memberlakukan putusan tersebut untuk Pemilu 2019 yang akan datang.

"Hal itu penting agar semua aspek yg menyangkutan kesiapan struktur, substansi dan kultur hukum dalam rangka pelaksanaan penggabungan Pileg dan Pilpres dapat dipersiapkan sebaik mungkin agar pelaksanaan agenda demokrasi bangsa tersebut benar-benar berkualitas sehingga sesuai cita-cita serta semangat proklamasi kita," kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 7/2).

Dengan digabungkannya agenda Pileg dan Pilpres, lanjut Basarah, diharapkan koalisi parpol yang dibangun untuk kepentingan Pilpres tidak lagi didasarkan atas dasar politik transaksional dan hitung-hitungan  suara hasil Pileg seperti yang terjadi selama ini. Koalisi parpol dalam Pilpres adalah untuk membangun pemerintahan nasional yang kuat, kokoh dan efektif.


Karena itu, lanjutnya, koalisi yang terbangun harus bersifat strategis dengan berbasiskan atas kesamaan ideologi, platform dan program-program pembangunan nasional demi terwujudnya kedaulatan rakyat. Dan kini, memang sudah saatnya Indonesia masuk dalam sistem demokrasi substansial yang mampu memberikan manfaat untuk kepentingan pembangunan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Meskipun begitu, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan di MPR ini menyadari bahwa penggabungan Pileg dan Pilpres yang baru dilaksanakan pada Pemilu 2019 tersebut tidak semudah seperti yang dibayangkan.

"Namun uji cobanya sudah dapat dipraktekan dalam Pilpres 2014 ini. Koalisi parpol dalam Pilpres 2014 sudah harus dilakukan atas dasar kesamaan ideologi, platform dan program-program pembangunan nasional," demikian Basarah. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya