Berita

agun gunandjar sudarsa/net

Komisi II Tidak Mempersoalkan Bila Pemerintah Coret Dana Saksi

JUMAT, 07 FEBRUARI 2014 | 14:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komisi II DPR tidak mempersoalkan bila memang pemerintah mau mencoret dana saksi partai. Namun yang pasti, semua pihak harus sadar bahwa pengawasan di tempat pemungutan suara (TPS) sangatlah penting.

"Toh itu awalnya juga dari Pemerintah," kata Ketua Komisi II, Agun Gunanjar Sudarsa, dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 7/2).

Agun mengingatkan, selalu ada kecurangan di TPS dalam setiap pemilu dan pilkada. "Preman" di TPS selalu beraksi, baik dengan cara yang halus maupun kasar, untuk mempengaruhi pemilih yang datang.


"Bahkan ada yang terang-terangan menggunakan pakaian seragam dengan warna yang mengidentikan partai tertentu. Hal ini terus saja terjadi karena tidak ada pengawas pemilu Bawaslu di TPS," ujarnya.

Dalam UU No. 8/2012, kata Agun, memang tidak diatur kehadiran pengawas pemilu di TPS. Yang ada ti tingkat desa dengan jumlah 1 sampai 5. Sementara, jumlah TPS di tiap desa mencapai puluhan. Di sisi lain, saksi parpol juga selalu tidak ada atau tidak lengkap, sehingga kecurangan masih terjadi.

"Sudah banyak KPPS yang terlibat dan ditindak," ungkap Agun, yang juga politisi Golkar.

Agung berharap, meski dana saksi parpol dicoret, dengan adanya Mitra PPL di TPS yang sudah disetujui dengan dana Rp 800 miliar bisa melakukan pengawasan dengan baik dan tidak berpihak pada salah satu peserta pemilu.

Namun, kata Agun, peluang terjadinya kecurangan tetap ada. Apalagi, kalau di sekitar TPS nanti dihadirkan anggota Linmas.

"Siapa yang mengawasi mereka kalau saksi parpol tidak ada. Saya meyakini apabila sebatas mitra PPL dan Linmas yang disetujui, justru kecurangan akan semakin massif, dan ini peluang bagi parpol untuk menggerakkan preman-preman politiknya," demikian Agun. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya