Berita

megawati/net

Mau Duetkan Mega-Pramono, Demokrat Ibarat Pungguk Merindukan Bulan

JUMAT, 07 FEBRUARI 2014 | 11:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Wacana koalisi PDI Perjuangan dengan Demokrat yang dimunculkan dan diusulkan elit Demokrat dengan menduetkan Megawati dan Pramono Edhie Wibowo merupakan wacana yang tidak perlu ditanggapi terlalu serius. Apalagi hal ini dimunculkan elit Demokrat di tengah kegalauan.

"Sistem pemerintahan kita tidak mengenal koalisi atau oposisi. yang ada dengan tanda petik. Wacana yang digaungkan elit PD itu bagaikan pungguk merindukan bulan," kata salah seorang inisiator Manifesto PDI Perjuangan Pro Jokowi (Projo), Fahmi Alhabsyi, beberapa saat lalu (Jumat, 7/2).

Fahmi menjelasakan bahwa koalisi itu sulit terwujud karena siapa calon presiden atau wapres yang akan diduetkan pun tidak melalui proses yang jelas.  Konvensi Demokrat yang ada sekarang tidak jelas dan tak lebih seperti ajang "idol"  karena mekanisme dan panitia Konvensi yang mengadakannyapun tidak jelas di mata publik. Sehingga outpun yang dihasilkannya pun tidak jelas pula. Apalagi manuver elit PD yang lebih senang jualan Pramono Edhie sebagai wapres dibanding capres.


"Sekelas Idol yang di TV saja partisipasi pemirsa terlibat. Coba tanya ke masyarakat di daerah-daerah pernah dengar tidak konvensi capres Demokrat atau berapa kandidat yang ikut? Kapan publik pernah liat debat capres Demokrat di televisi?” tandas Fahmi

Fahmi pun mengatakan bahwa Megawati bukanlah sosok yang pragmatis. Dan hal sudaj terbukti ketika Demokrat sedang di atas angin, PDI Perjuangan tetap  memilih diluar pemerintahan.

"Kalaupun saat ini ada elit PDI Perjuangan yang mencoba bermain api, itu dapat dipastikan elit pragmatis bin was-was," demikia Fahmi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya