Berita

Donny Fattah-gita wirjawan

Gita Wirjawan: Generasi Muda harus Ciptakan Budaya Pop yang Kreatif

SENIN, 03 FEBRUARI 2014 | 19:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Kalimantan Tengah khususnya bisa berkembang lebih baik jika ditopang industrialisasi yang berbasis pada kepentingan ekonomi rakyat. Kemandirian ekonomi kunci persaingan Indonesia dengan Tiongkok dan India, dua negara pesaing terkuat di Asia.

"Kita harus lebih bekerja keras lagi karena Korea Selatan, Tiongkok, dan India sudah meletakkan fondasi yang kokoh puluhan tahun yang lalu," jelas Ketua Umum DPP Barisan Indonesia (Barindo) Gita Wirjawan di Palangkaraya, Senin (3/2).

Gita mengungkapkan itu dalam acara pengukuhan DPD Barindo Kalimantan Tengah yang dipimpin Rachmat Nasution Hamka. Juga hadir dalam acara ini, personel group musik legandaris "God Bless" Donny Fattah.


Dalam konteks budaya, sambung Mendag yang baru mengundurkan diri ini, kegemilangan Indonesia tidak mungkin terwujud kalau kita tidak mampu mengalahkan tren K-Pop sekarang menjadi I-Pop. "Generasi muda harus menciptakan budaya pop yang kreatif," imbuh calon presiden Konvensi Partai Demokrat ini.

Gita menambahkan, generasi muda Indonesia harus menjadi duta-duta kebudayaan di abad ke-21 ini. "Diplomasi budaya itu sangat penting. Kreativitas musik merupakan elemen terpenting yang harus diperhatikan. Saya pikir pemerintah harus berikan insentif kepada kelompok ini, misalnya tax holiday 5-10 tahun," ungkap pria yang dikenal piawai memainkan keyboard ini.

Di akhir acara, personel group musik legandaris "God Bless" Donny Fattah memberikan buku Perjalanan 40 Tahun God Bless kepada Gita yang disaksikan komunitas pencinta God Bless Palangkaraya.  "Ini sebuah kehormatan buat saya mengingat nama besar God Bless dalam belantika musik kita," pungkas Gita yang didampingi Sekjen DPP Barindo Fajar Riza Ul Haq. [zul]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya