Berita

KONFLIK KOREA

Bangsa Korea Tidak Boleh Jadi Penonton Reunifikasi

SELASA, 28 JANUARI 2014 | 16:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pimpinan tertinggi Korea Utara telah menawarkan proses perdamaian demi mengakhiri perpecahan bangsa Korea yang sebetulnya diakibatkan pertarungan kepentingan bangsa-bangsa lain di Semenanjung Korea.

Tawaran itu telah disampaikan langsung oleh pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un dalam pidato awal tahun yang lalu.

Namun sayang, pihak Korea Selatan, dinilai masih belum mau untuk meninggalkan suasana ketegangan yang memperparah hubungan kedua pemerintahan.


Demikian disampaikan Komisi Pertahanan Nasional (KPN) Korea Utara dalam surat terbuka yang dikirimkan pekan lalu (Kamis, 23/1). Surat itu ditujukan kepada pemerintah Korea Selatan dan partai politik serta pihak-pihak lain yang mengikuti konflik berkepanjangan bangsa Korea ini.

Tanggal 16 Januari lalu, pihak KPN Korut juga mengirimkan surat bernada serupa kepada pemerintah Korsel.

"Kekuatan asing sepenuhnya harus disalahkan untuk sejarah tragis yang memalukan bangsa Korea," tulis KPN Korut dalam surat terbuka itu.

Juga disebutkan, bahwa bangsa Korea tidak bisa lagi menjadi sekadar penonton dari drama politik yang terjadi di Semenanjung Korea. Bangsa Korea baik di utara maupun di selatan harus menjadi pemain utama dalam upaya menyatukan kembali kedua Korea.

"Permintaan yang dikirimkan KPN Korut kepada pemerintah Korsel tanggal 16 Januari lalu adalah usulan penting untuk membuka jalan yang lebih luas dalam meningkatkan hubungan utara-selatan," tulis KPN lagi.

Salah satu yang ditawarkan KPN Korut adalah melupakan dan tidak mempertanyakan semua kejadian memalukan di masa lalu yang membawa kedua Korea dalam perang panjang.

"Penawaran ini juga mencerminkan keinginan semua warga Korea untuk proses reunifikasi yang independen, perdamaian dan kemakmuran."

Hal yang paling penting untuk memperbaiki hubungan kedua Korea adalah sikap dalam menghadapi masalah ini. Di sisi lain, peningkatan hubungan antar Korea merupakan prasyarat untuk mencapai rekonsiliasi nasional dan persatuan. Inia dalah jalan pintas untuk reunifikasi.

KPN Korut juga menyinggung tentang upaya membersihkan Semenanjung Korea dari senjata nuklir. Disebutkan bahwa denuklirisasi di Semenanjung Korea adalah tujuan bersama Korea Utara dan Korea Selatan. Karenanya hanya dapat dilaksanakan bila masyarakat kedua Korea bahu membahu dan bekerja sama.

"Pihak berwenang di Korea Selatan seharusnya tidak memiliki keraguan tentang komitmen Korea Utara dalam isu denuklirisasi."

KPN Korut pada bagian akhir menggarisbawahi tekad mereka untuk menciptakan suasana yang mendukung rekonsiliasi dan persatuan. Serta keinginan menghentikan aksi militer. Mereka juga menyadari bahwa reuni keluarga dan kerabat terpisah harus dilanjutkan. Demikian juga dengan tur ke Gunung Kumgang.

Intinya, berbagai bentuk aktivitas yang dapat menunjang proses penyatuan kedua Korea harus dilakukan demi mewujudkan Korea yang adil dan berkemakmuran. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya