Berita

Tamsil Bantah Akil Mochtar Minta Tiga Ton Emas

JUMAT, 24 JANUARI 2014 | 20:58 WIB | LAPORAN:

Tamsil Sjoekoer membantah pernyataan tersangka kasus suap penanganan sengketa Pilkada Gunung Mas, Chairun Nisa. Saat bersaksi untuk terdakwa Hambit Bintih kemarin, Nisa menyebut Akil Mochtar meminta Rp 2-5 miliar untuk memenangkan sengketa pilkada di MK Gunung Mas.

"Kalau itu kita konfirmasi Pak Akil, tidak benar," ujar Tamsil, pengacara Akil, saat dihubungi (Jumat, 24/1).

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Kamis (23/1) kemarin, Nisa, anggota DPR RI dari Partai Golkar, mengaku bahwa melalui dirinya, Akil meminta "3 ton emas" alias Rp 3 miliar untuk memenangkan Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah.


"Pak Akil kirim SMS (tanggal 24 September 2013). Intinya dia bilang agar sampaikan kepada Hambit Bintih suruh bawa tiga ton emas. Waktu saya baca SMS itu, saya kira beliau bercanda. Makanya saya balas saya akan bawa truk untuk bawa tiga ton emas," terang dia.

Jaksa KPK, Pulung Rinandoro kemudian menanyakan ke Nisa, maksud tiga ton emas itu. Nisa awalnya mengelak. Namun, karena terus didesak, Nisa akhirnya mengakui bahwa istilah itu merujuk kepada uang Rp3 milliar yang harus disediakan Hambit agar proses gugatan sengketa ditolak. Dengan kata lain, mengukuhkan kemenangan Hambit dalam pilkada itu.

"Saya pertama kira bercanda, namun selanjutnya setelah ada SMS lagi baru saya tahu Pak Akil suruh perintahkan Hambit bawa Rp 3 milliar," terang dia.

Setelah itu, masih kata Nisa, hal itu disampaikan langsung ke Hambit pada pertemuan tanggal 26 September di Hotel Borobudur. Pertemuan itu, kata Nisa, dihadiri oleh Hambit dan keponakannya, Cornelius Nalau. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya