Berita

Li Na vs Dominika Cibulkova

Olahraga

Cibulkova Lempar Raket

Mulus ke Final Australia Open
JUMAT, 24 JANUARI 2014 | 12:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Laga final Australia Open 2014 akan mempertemukan petenis asal China Li Na kontra petenis Slovakia, Dominika Cibulkova, besok waktu setempat.

Li Na mendarat mulus ke partai puncak usai mengubur impian petenis belia, Eugenie Bouchard di Melbourne Park dengan skor 6-2, 6-4, kemarin.

Baru 14 menit set pertama berjalan, Li Na sudah unggul 5-0 atas lawannya. Bouchard sempat coba membalas di game keenam dengan melakukan break dan memaksimalkan game servisnya, tapi Li Na bermain lebih agresif. Beberapa pukulannya tidak mampu dibalas dengan baik oleh Bouchard. Sebaliknya, pukulan-pukulan Bouchard, mudah dapat diantisipasi Li Na.


Wakil dari Asia itu tetap mampu merebut set awal dalam waktu 28 menit. Alhasil, petenis yang sudah tiga kali masuk final Australian Open itu mampu menutup set pertama dengan skor telak 6-2.

Di permulaan set kedua Bouchard sudah menemukan ritmenya dan memimpin 2-0 atas Li Na. Namun, Li Na yang lebih pengalaman dengan cepat bisa menyamakan jadi 2-2.

Bouchard mulai aktif menciptakan poin. Namun Li Na mampu menjaga performa sampai menutup permainan lewat sebuah pukulan cross court dengan kedudukan akhir 6-4.

“Aku ingin menjadikannya sebagai titik tolak, dan terus berlatih dan meningkatkan keterampilan. Sudah pasti aku akan meninggalkan turnamen ini dengan kepercayaan diri,” kata Li Na dikutip Reuters.

Sedangkan bagi Bouchard, kekalahannya atas Li Na kecewa. Apalagi kali ini adalah pengalaman pertama dapat bermain menghadapi Li Na di Semifinal Australia Open. “Aku tidak pernah puas dengan kekalahan. Aku selalu kecewa. Aku selalu ingin maju lebih jauh dan lebih baik,” sesalnya.

Namun kekecewaan Bouchard sedikit terobati, karena sebelum bertanding dia mendapatkan motivasi dari penyanyi idolanya, Justin Bieber. “Tentu saja saya senang. Itu membuatku antusias.”

Li Na harus menyiapkan dirinya pada pertandingan final ketiga kalinya di turnamen ini. Di partai puncak, dia sudah ditunggu Dominika Cibulkova.  Wakil dari Asia itu berharap dapat menyabet gelar juara Australia Open. Kegagalan menundukkan Victoria Azareka pada musim lau menjadi pelajaran penting baginya. “Saya akan berusaha untuk melangkah lebih jauh,” ungkap Li Na.

Dominika Cibulkova, calon lawan Li Na di final nanti tak bisa dipandang sebelah mata. Petenis asal Slovakia itu tampil liar dengan terus menekan kala menghadapi Agnieszka Radwanska dan sukses keluar sebagai juara.

Dalam pertandingan semifinal yang berlangsung selama 1 jam dan 10 menit, unggulan 20 itu tampil dominan atas Radwanska.

Pada set pertama, Cibulkova membuat lawannya tak berkutik sama sekali. Deras dan keras pukulannya langsung mematahkan servis Radwanska. Cibulkova dengan cepat menambah poin dan mengunci set pertama dengan skor 6-1.

Set kedua permainan juga tidak jauh berbeda. Radwanska sangat sulit membuat perlawanan. Cibulkova terus mendominasi pertandingan dan sukses mendulang poin dengan mudah 6-2.

Cibulkova pun langsung melempar raketnya ke udara guna merayakan keberhasilannya melaju ke final grand slam untuk pertama kalinya, setelah semifinal Prancis Terbuka 2009.

Usai pertandingan Cibulkova membeberkan, kunci keberhasilannya kali ini sama seperti penampilannya kemarin, yakni fokus dan persiapan matang. “Saya hanya mencoba membuang perasaan akan kalah. Saya sudah berjanji untuk lebih baik dari kemarin,” katanya dikutip wtatennis.com.

Sedangkan, Radwanska tak bisa menutupi rasa kesal atas kekalahannya. Dia  merasa seperti “seorang ibu-ibu” dan bermain sangat lamban dalam pertandingan tersebut. Ia menyalahkan dekatnya jadwal pertandingan setelah ia harus menguras tenaga saat menyingkirkan juara bertahan Victoria Azarenka di babak perempat final, Rabu lalu.

Hasil undian memang mengharuskan pemenang pertandingan perempat final antara Radwanska dan Azarenka berlaga di babak semifinal pada hari berikutnya.

Radwanska memang harus bermain panjang sejak babak awal. Ia menyingkirkan Yulia Putintseva dan Anastasia Pavlyuvchenkova lewat pertarungan tiga set. “Bagaimanapun kami ini manusia dan bukan mesin,” sesalnya. ***

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:11

Pasar 1001 Malam: Strategi Kemenko PM Berdayakan UMKM dan Bantu Penyintas Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:58

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Sentimen Suku Bunga

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47

Dukung PP TUNAS, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:23

Pasar Eropa Terkoreksi, Saham Rheinmetall Anjlok 8 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:14

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:01

Hari Ini Yaqut Cholil Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:49

Rampai Nusantara Ajak Publik Optimistis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:42

Amr bin Ash Pembuka Gerbang Benua Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00

Kader Gerindra Ujung Tombak Mendukung Program Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 05:52

Selengkapnya