Berita

ilustrasi

Bisnis

Sidak Ke Cipinang, Hatta & Suswono Tersenyum Pasokan Beras Masih Aman

Omset Pedagang Pasar Tanah Abang Anjlok Rp 200 Miliar
KAMIS, 23 JANUARI 2014 | 09:57 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sejumlah menteri dan pejabat yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Cipinang untuk memantau lonjakan harga pangan selama banjir.

Dalam sidak itu, Hatta ditemani Menteri Pertanian Suswono, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dan Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso.

Hatta dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu langsung mendatangi toko beras milik Ayong. Tanpa basa-basi, dia langsung menanyakan pasokan beras kepada pemiliknya. “Bagaimana pasokan beras?” tanya Hatta.


 Ayong, sang pemilik toko menjawab, pasokan sudah lancar. Namun, harganya naik Rp 400-500 per kg.

Mendengar itu, dengan tersenyum Hatta mengklaim situasi sudah lebih baik. Alasannya Bulog sudah mulai turut mengirim pasokan. “Sempat ada kurang suplai pada Senin kemarin. Sekarang pasokan sudah kembali 1.500 ton per hari. Kekurangannya disuplai Bulog,” klaimnya.

Hatta yang mengenakan rompi hitam itu membenarkan, banjir memicu sedikit kenaikan harga beras. Itu lebih disebabkan lonjakan ongkos distribusi karena jalan menuju ibukota dikepung banjir. Kenaikan tahun ini juga masih di atas angka historis Januari.

“Ada kenaikan sementara akibat transport, biasanya Januari kan paceklik dan harganya di atas sekarang,” tutur besan Presiden SBY ini.

Karena itu, Hatta meminta pedagang dan masyarakat tenang walau ada kenaikan harga beras. Dia mengklaim, stok nasional kini sangat mencukupi. Di gudang Bulog, tersedia beras hingga 2.050.000 ton. Tapi bahan pokok yang dijual Rp 6.500 per kilo ini hanya keluar di saat darurat. Misalnya, jika stok Cipinang mendadak anjlok.

Dalam kesempatan yang sama, Suswono mengatakan, pasokan pangan ke Jakarta tetap aman meski banjir menggenangi ruas jalan di jalur pantai utara (Pantura).

“Jalur Pantura bisa diantisipasi lewat jalan tengah apabila Pantura macet total karena banjir. Jadi tidak ada masalah terhadap pasokan pangan ke Jakarta,” ujarnya.

Suswono mengklaim, seluruh stok pangan sampai saat ini dalam keadaan cukup, sehingga tidak perlu dikhawatirkan ada kelangkaan. “Beras, bawang, cabe dan bahan pangan lainnya cukup, stok aman,” jelas Suswono.

Namun dampak banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Indonesia perlu menjadi perhatian khusus pemerintah.

“Walau stok cukup, kalau akses tertutup kan sama saja nggak bisa dipasok. Apalagi ada pihak-pihak yang mencoba mendapatkan keuntungan terhadap banjir ini dengan menaikkan harga barang kebutuhan, ini yang kita antisipasi,” ucapnya.

Selain itu, Suswono mengaku pemerintah tengah merinci dana khusus yang digunakan sebagai penggantian dana kerugian para petani akibat banjir. Namun, Suswono mengaku jumlah puso yang diterima petani masih kecil.

“Sudah dilakukan dana untuk puso (dana bantuan pengganti kerugian petani), ini sedang dibahas. Besaran dana puso biasanya masih di bawah Rp 100 ribu per hektar, masih kecil,” katanya.

Meski tahun ini belum mendapatkan data pasti tentang jumlah sawah yang terendam banjir, menurut Suswono, rata-rata sawah di Indonesia masih bisa tumbuh dengan baik.
 
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) Ngadiran mengatakan, omset yang diterima para pedagang di pasar ini ditaksir turun hingga 30 persen per hari.

“Bisa lebih dari 30 persen penurunan per harinya, makanya pasar seperti Tanah Abang itu kan omsetnya miliaran. Itu bisa sampai Rp 200 miliar per hari tidak didapatkan di pasar itu karena pedagang yang biasanya dagang jadi nggak dagang gara-gara ini (banjir),” terang Ngadiran.

Menurut Ngadiran, penurunan omset ini terjadi akibat sulitnya akses pembeli untuk menuju ke dalam pasar sehingga volume transaksi berkurang. “Kan orang yang mau belanja susah, mereka masuk pakai mobil atau motor juga sulit kalau jalannya terendam,” tuturnya.

Dia menjelaskan, dampak ini telah terjadi sejak satu minggu ini. Pasar yang paling parah terkena dampak banjir yaitu pasar yang di wilayah Jakarta Utara. ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya