Berita

Bisnis

Dimarger dengan Pertagas, PGN Selamat dari Kuasa Asing

RABU, 22 JANUARI 2014 | 15:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana akuisisi Perusahaan Gas Negara (PGN) oleh Pertamina akan mendorong pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat. Rencana merger ini juga supaya PGN tidak dikuasai asing.

Menurut Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria, dengan keberadaan PGN yang sudah memiliki infrastrukstur gas di beberapa daerah di negeri ini, ditambah Pertagas yang merupakan anak usaha Pertamina yang menguasai sektor hulu migas serta infrastruktur migas lainnya, maka merger tersebut akan sangat menguntungkan pengguna gas. Ini harus menjadi pertimbangan utama pemerintah.

"Mergernya PGN dengan Pertagas tidak bertentangan dengan Undang-Undang BUMN maupun peraturan lain yang terkait dengan perusahaan pelat merah karena keduanya merupakan BUMN. Apalagi, digabungnya kedua perusahaan itu tidak akan berpengaruh siginifikan terhadap pemegang saham minoritas karena pada dasarnya tidak terjadi perubahan pengendali pada BUMN gas itu," kata Sofyano.


Menurut dia, pemerintah tetap sebagai pemegang saham terbesar pada  PGN dan karenanya tidak lah perlu dilakukan voting antar pemegang saham terkait merger tersebut.

"Jadi sepanjang pengendali tetap ditangan pemerintah tidaklah harus pula ada tender offer (tawaran di atas harga pasar agar pemilik saham menjual sahamnya)," lanjutnya.

Karena keduanya merupakan BUMN, Sofyano mengatakan, maka keputusan serta persetujuan untuk mergernya PGN dan Pertagas merupakan kewenangan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

"Rencana Merger PGN juga merupakan aksi korporat yang bisa dijalankan jika Rapat Umum Pemagang Saham (RUPS) pemegang saham utama dalam hal ini Menteri BUMN sudah memberi persetujuan, seharusnya kementerian lain tidak," tegasnya.

Dia bilang, mergernya kedua perusahaan itu juga mampu menghapus kekhawatiran masyarakat atas kemungkinan penguasaan pihak asing terhadap saham PGN. Dia menjelaskan, saat ini 43,03 persen saham PGN sudah dijual ke investor publik dan 85 persen dari total 43 persen tersebut dimiliki pihak asing.

"Ini harusnya jadi perhatian masyarakat dan pemerintah, kepemilikan publik pada saham PGN  juga harus diumumkan secara transparan kemasyarakat luas siapa sebenarnya investor publik tersebut. Apakah itu masyarakat umum dalam negeri atau perusahan milik pihak asing. Ini harus jelas, ini jika kita mau bicara tentang nasionalisme," katanya lagi.

Lebih lanjut dia mengatakan, keberadaan dan prospek bisnis PGN sangat lah bagus karena ini berkaitan dengan pemenuhan energi siap pakai bagi masyarakat, karenanya perusahaan pelat merah itu akan jadi inceran pihak asing sebagaimana Indosat yang akhirnya di privatisasi.

"Ini harus jadi sorotan masyarakat dan kita semua harus mampu membendung hal tersebut , jangan sampai PGN menjadi Indosat jilid 2," tandasnya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya