Berita

net

Politik

TKI DISIKSA

Polisi Hongkong Gali Informasi dari Erwiana

SELASA, 21 JANUARI 2014 | 14:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kepolisian Hongkong masih melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap kasus Erwiana, TKI yang dianiaya di majikannya di Hongkong. Empat orang dari Kepolisian Hongkong memeriksa Erwiana di ruang perawatan Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen Jawa Tengah, hari ini (Selasa, 21/1).

"Berdasarkan laporan dari Sragen, dalam pemeriksaan ini Kepolisian Hongkong menanyakan mulai mengenai proses keberangkatan Erwiana saat akan bekerja di Hongkong sampai pada perlakukan kekerasan majikan terhadapnya," kata Kepala Pusat Humas Kemnakertrans, Suhartono kepada wartawan sesaat tadi.

Suhartono menerangkan selama wawancara, Erwiana yang kondisinya makin membaik dapat menjawab dan menerangkan berbagai hal yang ditanyakan oleh Kepolisian Hongkong dengan lancar, meskipun beberapa kali minta waktu istirahat sebentar.


"Erwiana menerangkan bahwa dirinya berangkat ke Hongkong sesuai dengan prosedur dan melalui PPTKIS dan Agensi Hongkong secara resmi. Namun ternyata sejak sebulan bekerja, Erwiana mulai merasa tidak nyaman terhadap perlakukan majikannya," kata Suhartono.

Erwiana, kata Suhartono, selama bekerja merasa kekurangan makan yang hanya diberi nasi dan lauk seadanya pada pagi hari dan selebihnya hanya diberi beberapa potong roti. Selain itu, Erwina pun merasa kurang tidur karena dipaksa terus bekerja dan tempat tidunyanya hanya di gudang penyimpanan barang.

Selain tak pernah memberikan gaji selama 7 bulan bekerja, kata Suhartono, Erwiana mulai sering merasakan kekerasan dari majikannya. Setiap melakukan kesalahan kecil pun penganiayaan. Tangan, kaki, badan dan kepala Erwina dipukul dengan berbagai benda tumpul yang mengakibatkan luka-luka di sekujur tubuhnya. Bahkan pernah sekali waktu mulutnya disedot menggunakan alat vacum cleaner.

"Sebenarnya sejak awal Erwina melaporkan kasus ini kepada agent TKI di Hongkong, namun disarankan tetap bekerja. Bahkan dia sempat melarikan diri namun akhirnya pulang kembali ke rumah majikannya. Tapi alih-alih  membaik, perlakukan kekerasan semakin  menjadi,” kata Suhartono.

Suhartono berharap, penyelidikan dan invetigasi yang dilakukan kepolisian Hongkong ini dapat segera dituntaskan sehingga majikannya dapat segera diseret ke pengadilan. Apalagi bukti-bukti kekerasaan dan penganiayaan sudah sangat lengkap.

Empat orang dari Kepolisian Hongkong yang mewawancarai Erwiana ditemani dua orang dari Departemen of  Labor Hongkong, dan perwakilan Indonesia antara lain Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN) Kemnakertrans Guntur Witjaksono, Atase Tenaga Kerja Hongkong Sandra Utami, Perwakilan KJRI Hongkong dan Polri. Pemeriksaan berupa wawancara langsung ini berlangsung sejak pukul 09.30 dan berakhir pada jam 12.30 WIB. Pemeriksaan dilakukan guna melengkapi berkas penyidikan sebagai bahan tuntutan di Pengadilan Hongkong.

Saat ini, Pihak kepolisian Hongkong masih berada di Polres Sragen, Jawa Tengah, untuk melengkapi berkas pemeriksaan, termasuk penyataan dokter yang merawat serta visum dan medical repot dari Erwiana.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya