Berita

intan fitriana fauzi

Politik

Hatta Rajasa Jawaban Pemimpin yang Dibutuhkan Indonesia

SENIN, 20 JANUARI 2014 | 17:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden terpilih pada Pilpres 2014 harus seorang negarawan. Pemimpin model itu diyakini akan mampu membawa kehidupan yang lebih adil dan sejahtera di tengah beratnya tantangan yang dihadapi bangsa kedepan.

"Kita butuh pemimpin yang punya visi membangun ke depan. Dia harus memiliki rekam jejak yang baik dan teruji integritasnya," ujar Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Intan Fitriana Fauzi kepada wartawan di Jakarta (Senin, 20/1).

Intan menjelaskan, pemimpin Indonesia yang akan datang harus berkepribadian matang dan memahami rakyat.  Pemimpin hasil Pemilu 2014 juga harus berwawasan strategis dan berpikiran global serta mampu mengakomodir berbagai kepentingan negara maupun dunia.


"Pemimpin Indonesia 2014 haruslah menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah," imbuh Intan yang juga caleg DPR Dapil Jawa Barat VI ini.

Dari semua kandidat capres yang ada, sebut Intan, figur Hatta Rajasa memenuhi semua kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini. Salah satu keunggulan Hatta katanya, sukses membawa perekonomian Indonesia on the track dengan tingkat pertumbuhan diatas Negara se ASEAN. Bahkan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh diatas 6 persen di saat Negara ASEAN lainnya terpuruk.

Selain itu jelas Intan, HR, panggilan Hatta Rajasa teruji pengalamannya sebagai pejabat publik sejak awal era reformasi maupun pengalamannya di ranah politik. Pengalamannya di pemerintahan memudahkan Hatta mengelola birokrasi dan menjalankan kepemimpinan nasional. Sementara pengalaman politik HR yang panjang akan memudahkannya dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan beragam kekuatan politik lintas partai.

"Kemampuan Hatta dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan beragam kelompok kepentingan menjadi salah satu daya jual yang tidak dimiliki capres lain. Dua modal ini tidak dimiliki oleh Capres lainnya," pungkas  alumni Magister Hukum The University of Nottingham, England ini.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya