Berita

ilustrasi

Bisnis

Kebijakan Pemerintah Bakal Vakum Tahun Ini

Sibuk Ngurusin Kepentingan Politik
SENIN, 20 JANUARI 2014 | 08:50 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kebijakan ekonomi yang dibuat pemerintah tahun ini disinyalir tidak akan berjalan dengan baik, bahkan cenderung terhambat. Hal itu lantaran pemerintah lebih fokus memikirkan kepentingan politik dibanding kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini pasti kekhawatirannya pemerintah lebih banyak berpikir politik daripada mengurus keadaan negara. Saya menduga policy akan mandek karena tidak ada orang yang mau mengambil keputusan yang penting atau masif di tengah ketidakpastian,” ujar Direktur Eksekutif Pusat Studi Pemerintahan Universitas Indonesia (UI) Natalia Soebagjo.

Dia mengatakan, untuk keadaan ekonomi, Indonesia cukup tangguh bisa bertahan di tengah gonjang-ganjing politik yang akan terus berlangsung di tahun ini. Namun, yang paling penting dalam menggerakkan perekonomian adalah kepastian. Pelaku usaha di Tanah Air sangat berharap agar kebijakan pemerintah tidak berubah-ubah.


“Pemerintah memang bisa mengambil suatu keputusan apa pun, kebijakan apa pun yang baik untuk rakyatnya, asalkan keputusan itu jangan berubah-ubah. Nah, itu yang susah,” ucapnya.

Natalia mencontohkan kebijakan ekonomi yang dinilai tidak konsisten untuk kesejahteraan rakyat adalah kenaikan elpiji. Pemerintah mengombang-ambingkan keputusan sehingga spekulan memanfaatkan hal tersebut untuk menaikkan harganya lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, pemerintah akan cenderung vakum menunggu hasil Pemilu yang kemungkinan selesai Oktober mendatang.

Hal itu tentu menghambat tugas-tugas pemerintah, baik mengimplementasikan kebijakan ekonomi maupun penyerapan anggaran yang selama ini juga cenderung lambat.

“Tahun ini kemungkinan pola penyerapan anggaran akan lebih lambat sehingga polanya tidak jauh berbeda dari tahun lalu karena Presiden baru terpilih di bulan Juni. Mudah-mudahan tidak ada putaran kedua jadi lebih cepat,” terangnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo berjanji tetap akan berupaya menjaga stabilitas perekonomian tahun ini. Hal ini bertujuan untuk menekan defisit neraca perdagangan (current deficit account/CAD).

“Kebijakan Bank Indonesia tahun ini tetap difokuskan untuk menjaga stabilitas perekonomian dan sistem keuangan melalui penguatan bauran kebijakan di bidang moneter, makro prudensial dan sistem pembayaran,” katanya. ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya