Berita

Menkop: Tahun Politik, Alasan Peringatan Gerakan Kewirausahaan di Majukan

Pemerintah Konsen Wirausaha Perempuan
RABU, 15 JANUARI 2014 | 15:56 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Pemerintah memajukan peringatan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) dengan alasan tahun 2014 adalah tahun politik. Gerakan Kewirausahaan Nasional yang biasanya digelar setiap bulan Maret, hari ini, Rabu 15 Januari 2014 diperingati oleh pemerintah.

"Peringatan Gerakan Kewirausahaan Nasional di majukan agar wirausaha perempuan dapat berpartisipasi aktif dalam momentum mempergunakan hak demokrasi," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, dalam sambutannya pada peringatan Gerakan Kewirausahaan Nasional di Istora Senayan, Rabu (15/1) siang.

Menurut Menkop, GKN diperingati setiap bulan Maret, namun GKN Tahun 2014 dipercepat karena pada bulan Maret tahun 2014 sangat dekat dengan pemilu legislatif, maka dipercepat.


Tahun ini lajut Menkop, Kementerian Koperasi dan UKM bersinergi dengan Bank Mandiri menyelenggarakan GKN. Tema yang diusung tahun ini adalah “Spirit of Women Entrepreneurship”.

"Karena perempuan Indonesia mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan, menciptakan produk yang kreatif dan inovasi serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Sejak dicanangkan tahun 2010, GKN setiap tahun dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, bahkan tahun 2013 di Gelora Bung Karno GKN diperingati bersama sekitar 80.000 calon wirausaha muda. Pada tahun ini sedikitnya 10.000 calon wirausaha muda hadir dalam acara tersebut.

Turut hadir pula menteri-menteri terkait, antara lain, Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, Sekretaris Kabinet, Dipo Alam dan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo. [dzk]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya