Berita

Bisnis

Tahun Politik Tak Pengaruhi Investor Benamkan 10 Miliar Euro ke Indonesia

RABU, 15 JANUARI 2014 | 15:38 WIB | LAPORAN:

Tahun politik 2014 sama sekali tak mencemaskan para investor membenamkan miliaran dolarnya berinvenstasi di Indonesia. Apalagi Indonesia dikenal sebagai negara dengan sumber daya alam dan tenaga kerja yang melimpah dengan sistem demokratis terbesar ketiga di dunia.

"Investor luar negeri sama sekali tidak cemas dengan tahun politik di Indonesia, baik itu pemilihan legislatif dan pemilihan presiden," kata Direktur Utama PT Petroil Indonesia, Asrun Tonga di Jakarta, Rabu (15/1).

Asrun pun memaparkan, pihaknya bersama mitra bisnisnya PT Danamulia sebagai perwakilan Henderson Investment Funds Limited telah menandatangani kontrak perjanjian bersama investasi di Indonesia senilai 10 miliar Euro atau setara Rp 167 triliun di berbagai sektor usaha.


"Dalam waktu dekat kita akan segera breakdown project-nya untuk dilaksanakan mulai awal tahun," imbuhnya.

Ia menambahkan, melihat sistem demokrasi yang sudah berjalan di semua lini, pihaknya pun optimistik tahun politik tidak akan terjadi gejolak.

"Tapi, kalau terjadi sesuatu huru-hara, paling waktu  investasi saja tertunda. Karena sistem berjalan kita yakin tidak ada sesuatu yang luar biasa terjadi sehingga investasi pun bisa jalan terus," paparnya.

Penandatangan investasi sendiri dilakukan Dirut PT Petroil bersama dengan mitra bisnisnya PT Danamulia diwakili Dr Aldrin Pratama Widjaja, Phd dalam kapasitas sebagai Dirut dan perwakilan perusahaan investasi Henderson Investment Funds Limited yang berkedudukan di London. Asrun juga menyatakan, nantinya investasi yang sudah disepakati akan dilaksanakan di bidang minyak dan gas bumi, mineral dan batubara, property dan perhotelan serta air lane dengan total investasi sebesar 10 miliar Euro.

"Tentunya investasi ini dapat membuka lowongan kerja baru bagi masyarakat Indonesia dimana kegiatan investasi ini adalah murni bisnis dan non politik," imbuhnya.[wid]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya