Berita

Politik

Polri Diam-diam Borong Alat dari Luar Negeri

KAMIS, 09 JANUARI 2014 | 22:54 WIB | LAPORAN:

Mabes Polri belum mau mengakui rencana pembelian alat berat dari luar negeri untuk keperluan operasional.

"Saya belum dengar infonya, betul tidaknya saya belum pastikan. Tapi, dalam rangka pemilu banyak sekali masalah penyiapan perlengkapan," ujar Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di kampus Perguruan Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta (Kamis, 9/1).

Menurutnya, dalam menghadapi even besar seperti pemilu, Polri membutuhkan peralatan yang harus diperbaharui.


"Ada peralatan-peralatan yang harus dibeli untuk diperbarui seperti water cannon. Cuma kalau ditanya proses yang berjalan perlu kita cari tahu dulu sampai di mana," kilah Boy.

Namun begitu, dia tidak menampik jika Polri selalu membeli peralatan operasionalnya setiap tahun anggaran dari luar negeri.

"Iya, setiap tahun kita juga beli," tegas Boy.

Indonesia Police Watch (IPW) mengungkapkan rencana pembelian peralatan Polri senilai 64 juta dolar AS atau sekitar Rp 640 miliar dari Korea Selatan. Hal ini bertolak belakang dengan instruksi Presiden SBY yang mengimbau agar Polri maupun TNI mengutamakan pembelian peralatan buatan dalam negeri.

Tahun 2014 ini Polri akan memborong peralatan operasional sebanyak empat paket, yang merupakan bagian dari enam paket kredit ekspor (KE).

Empat paket itu terdiri dari Pengadaan Kendaraan Taktis (Rantis) senilai Rp 340 miliar, pengadaan APC Multi Fungsi senilai Rp 100 miliar, pengadaan peralatan Brimob senilai Rp 100 juta, dan pengadaan Armoured Water Cannon (AWC) Rp 100 miliar.

Ironisnya, proses tender pengadaan peralatan berat itu tergolong janggal, sebab baru dilakukan menjelang Natal dan pergantian tahun di mana secara internasional merupakan hari libur. Pendaftaran lelang sendiri ditutup pada 6 Januari 2014 kemarin. Proses yang tidak transparan ini dikhawatirkan merupakan permainan mafia proyek. Sebab beredar isu bahwa proyek pengadaan itu sudah dikuasai pihak tertentu. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya