Berita

foto: net

Pertahanan

Sepatutnya Mantan Presiden dan Wapres Dapat Pengamanan Lebih Ketat

RABU, 08 JANUARI 2014 | 13:42 WIB | LAPORAN:

Sudah selayaknya ada pengamanan khusus yang melekat kepada mantan presiden dan wakil presiden beserta keluarganya sebagaimana pengamanan terhadap presiden dan wakil presiden aktif.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Helmy Fauzi, menanggapi kabar dan wacana penambahan kekuatan atau grup Pasukan Pengamanan Presiden.

"Saya sendiri belum dengar (kepastiannya). Tapi, gagasan itu perlu diapresiasi dan segera direalisir," kata Helmy beberapa saat lalu, Rabu (8/1).


Saat ini Paspampres mempunyai tiga grup unsur pelaksana. Grup A, melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap Presiden RI beserta keluarganya. Grup B, melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap Wakil Presiden RI beserta keluarganya. Sedangkan Grup C, melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap tamu negara dan keluarganya.

Helmy katakan, selain karena memang pada diri mantan presiden dan wapres tetap melekat marwah bangsa, pada mereka juga melekat sejumlah rahasia negara dan informasi strategis. Jadi sudah selayaknya dilakukan pengamanan khusus kepada mantan presiden dan wapres sebagai pengamanan terhadap presiden dan wakil presiden.

Sebagai contoh praktik di negara lain, ia menyebut Amerika Serikat. Di negeri itu, mantan presiden dan wapres dijaga oleh secret service yang juga bertugas menjaga dan mengawal presiden dan wapres AS.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya