Berita

Sofjan Siregar/net

Politik

DEBAT KONVENSI RAKYAT

Prof Sofjan Siregar: Indonesia Belum Bermartabat

MINGGU, 05 JANUARI 2014 | 15:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia belum menjadi bangsa dan negara bermartabat. Ada beberapa syarat mengapa saat ini Indonesia tidak bisa disebut bangsa dan negara bermartabat.

"Syarat pertama ada kedaulatan. Indonesia disebut bermartabat kalau ada kedaulatan, berdaulat dalam arti fisik, ekonomi, politik, sosial maupun secara teritorial. Secara kuantitatif kita bangsa yang besar, namun kita dipandang sebelah mata oleh negara tetangga yang penduduknya tidak lebih 10 persen dari kita," ujar peserta Konvensi Capres Rakyat, Sofjan Siregar ketika menyampaikan visi misi dalam debat publik pertama konvensi di Aula Balai Adika Hotel Majapahit Surabaya (Minggu, 5/1).

"Kita negara besar, tapi sistem pertahanan kita kalah dari negara-negara berkembang lainnya. India negara miskin, tapi bisa punya roket. Obama datang ke sini, Paspampres kita diperiksa oleh keamanan negara lain. Dimana kedaulatan kita?" sambung dia.


Syarat kedua, kata Rektor Universitas Islam Eropa ini, adalah adanya kesejahteraan yang dinikmati oleh seluruh rakyat. Saat ini Indonesia tidak bisa disebut bermartabat karena kesejahteraan belum merata. Jaminan hidup hanya dinikmati para pejabat.

"Rakyat tidak dapat gaji ke 13 tapi kenapa hanya PNS yang dapat. Ini namanya diskriminasi terhadap rakyat miskin. Pejabat mendapat tunjangan mewah sementara rakyat tidak," katanya mencontohkan.

Terakhir, syarat ketiga, Indonesia disebut negara bermartabat kalau tegakknya keadilan. Keadilan yang mensejahterakan harus dinikmati seluruh rakyat.

"Semua harus bisa makan, snua hrs bisa tudr layak, bukan tdr di jalanan. smua rakyat tdk bolehmendapat hak yang berbeda. Di eropa dan di negara demorkasi, semua rakyat dihargai sama. Majikan dengan bukan majikan sama" pungkasnya.

Debat publik pertama Konvensi Capres Rakyat sendiri berlangsung meriah. Debat menghadirkan tiga panelis. Guru Besar Politik Unair yang juga mantan Komisioner KPU Prof. DR ramlan Surbakti, Guru Besar Politik Universitas Parahyangan Bandung Prof. Asep Warlan Yusuf, dan Dr. Rjuk Kastriadi dan pengajar ekonomi Unair, Dr. Tjuk Kastriadi.

Adapun tujuh peserta konvensi yakni, tokoh perempuan Anni Iwasaki, Bupati Kutai Timur Isran Noor, pengusaha Ricky Sutanto, Menteri Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid Rizal Ramli, Ketua Dewan Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra, Rektor UNiversitas Islam Eropa Sofjan Siregar, dan aktivis senior Tony Ardi.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya