Berita

Yusril Ihza Mahendra/net

Politik

Yusril Ihza: Pemimpin Harus Cerdas, Tidak Sekadar Penyambung Lidah Rakyat

MINGGU, 05 JANUARI 2014 | 14:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Membangun harga diri bangsa, berdaulat dan maju adalah tugas pemimpin. Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju, berdaulat seperti dicita-citakan para pendiri bangsa sangat sederhana, harus dipimpin oleh orang cerdas.

"Pemimpin tidak seharusnya hanya menjadi penyambung lidah rakyat. Pemimpin harus punya kecerdasan lebih dari rakyat yang dipimpinnya. Kalau cuma jadi penyambung lidah rakyat, rakyatnya bodoh maka jadi penyambung kebodohan," ujar Yusril Ihza Mahendra ketika menyampaikan visi misi dalam debat publik pertama Konvensi Capres Rakyat di Aula Balai Adika Hotel Majapahit Surabaya (Minggu, 5/1).

Menurut Yusril, seorang pemimpin harus punya gagasan yang mendahului zamannya, bukan yang ada di zaman dia berkuasa. Selain harus memiliki gagasan yang jauh ke depan, pemimpin juga harus berani menghadapi resiko tidak populer karena keputusaannya dinilai buruk oleh banyak orang.


"Biarpun keputusannya di awal-awal dikecam, akan disalahkan, tetapi waktulah yang menentukan. Nanti rakyat akan tahu keputusan itu benar. Saya salah satu orang diantara pemimpin jenis ini. Sering bicara tidak populer, tidak dipikirkan orang banyak tapi orang kemudian tercengang. Oh, kok bisa," demikian Yusril.

Yusril mengatakan Indonesia telah merdeka sebagai sebuah bangsa sejak 17 Agustus 1945. Bangsa ini telah menyusun kesepakatan-kesepakatan membangun bangsa ke depan. Semuanya jelas disebut dalam pembukaan UUD 1945. Tapi, katanya, kita akan jadi bangsa maju dan bedaulat seperti digariskan pendiri kita sejak 1945 bila pemimpin mendatang memegang teguh kesinambungan historis.

"Kita sudah menjalani kemerdekaan 63 tahun dengan periode berbeda-beda. Era demokrasi terpimpin, era Orde Baru, dan Orde reformasi sekarang. Tujuan kita berbangsa tetap sama, makanya satu hal yang akan saya pegang teguh, yaitu kontinuitas. Yang harus kita lakukan adalah meneruskan hal-hal yang telah dicapai pemimpin di masa lalu, meluruskan yang kurang tepat, dan memperbaikinya," demikian Yusril.

Debat publik pertama Konvensi Capres Rakyat sendiri berlangsung meriah. Debat menghadirkan tiga panelis. Guru Besar Politik Unair yang juga mantan Komisioner KPU Prof. DR ramlan Surbakti, Guru Besar Politik Universitas Parahyangan Bandung Prof. Asep Warlan Yusuf, dan pengajar ekonomi Unair, Dr. Tjuk Kastriadi.

Adapun tujuh peserta konvensi yakni, tokoh perempuan Anni Iwasaki, Bupati Kutai Timur Isran Noor, pengusaha Ricky Sutanto, Menteri Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid Rizal Ramli, Ketua Dewan Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra, Rektor Universitas Islam Eropa Sofjan Siregar, dan aktivis senior Tony Ardi. [ian]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya