Berita

rivai kusumanegara/rmol

Kuasa Hukum Raam Punjabi dan Hanung Bramantyo Tidak Tahu Soal Permintaan Maaf kepada Keluarga Inggit Ganarsih

MINGGU, 05 JANUARI 2014 | 09:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kuasa hukum PT Tripar Multivision Plus dan Hanung Bramantyo belum bisa berkomentar banyak mengenai permintaan maaf kru film Soekarno yang disampaikan dalam pertemuan dengan keluarga Inggit Ganarsih, Kamis lalu (2/1).

Seperti diberitakan sebelumnya, Tito Zaini Asmarahadi, mengatakan kru film Soekarno menemuinya di Bandung. Dalam pertemuan itu, utusan Hanung Bramantyo itu menyampaikan permintaan maaf atas kekliruan dalam hal menggambarkan Bung Karbo dan Ibu Inggit di dalam film itu.

Kru yang sama juga pernah menemui Ratna Djuami, anak angkat Bung Karno dan Inggit Ganarsih, tahun lalu. Dalam pertemuan pertama, atas nama Hanung Bramantyo, ia meminta izin menampilkan sosok Bung Karno dan Ibu Inggit di film itu.


Tetapi menurut Tito, pihak Hanung sama sekali tidak pernah mengirimkan skenario film sehingga pihak keluarga Ibu Inggit tidak tahu menahu seperti apa sosok Bung Karno dan Ibu Inggit digambarkan.

Ketika dihubungi redaksi Sabtu malam (5/1), kuasa hukum MVP dan Hanung Bramantyo, Rivai Kusumanegara, mengaku kurang mengetahui hal ihwal permintaan maaf itu.

"Kirang terang soal eta mah (Kurang tahu soal itu). Saya tidak mengikuti," ujar Rivai.

Rivai juga mengatakan bahwa dirinya sempat mendengar ada keberatan dari pihak keluarga Ibu Inggit. Tetapi sudah menjadi kesepakatan bahwa dirinya hanya mengurus persoalan hukum yang sedang ditangani di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri juga Polda Metro Jaya.

"Tapi karena  urusan pelurusan di media bukan job saya, makanya saya tidak tindaklanjuti," kata Rivai lagi.

Sementara hingga tadi malam Aris Muda belum bisa dihubungi.

Beberapa waktu lalu Aris Muda mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan izin dan persetujuan dari keluarga Ratna Djuami.

"Intinya mereka setuju dan memberi izin resmi dengan film Soekarno," kata Aris Muda (Selasa, 31/12).

Aris Muda mengatakan bahwa usai pertemuan itu juga sempat foto bersama dengan Ratna Djuami dan Tito.

"Kami ada foto-fotonya. Nanti kami sampaikan," demikian Aris Muda ketika itu. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya