Berita

DR. Rizal ramli

HARGA LPG

RR1: KPK Harus Bertindak untuk Hentikan Kerugian Ecek-ecek di Pertamina

SABTU, 04 JANUARI 2014 | 12:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ekonom senior DR. Rizal Ramli tak habis pikir melihat keputusan PT Pertamina menaikkan harga LPG yang disebutkan karena Pertamina mengalami kerugiaan.

Tetapi di sisi lain, Pertamina juga berencana membangun gedung yang akan menjadi gedung tertinggi kelima di dunia Burj Khalifa di Dubai, Shanghai Tower; Mecca Royal Hotel, dan One World TC di NY. Gedung itu direncanakan selesai dibangun pada 2020.

Menurut Rizal Ramli yang juga salah seorang kandidat calon presiden versi Konvensi Rakyat itu, apa yang selama ini disebut sebagai kerugian di Pertamina dan energi secara umum dalam kenyataannya lebih merupakan sebagai biaya KKN, mafia migas, dan inefisiensi.


Untuk menyelesaikan kerugian yang diakibatkan oleh ketiga hal itu dibutuhkan kebijakan politik dan korporasi yang tegas dan tidak merugikan rakyat.

Menurut perhitungan Rizal Ramli yang pernah menjadi Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan di era Abdurrahman Wahid, kerugiaan di sektor migas sekitar Rp 10 triliun akibat operasi yang berkaitan dengan mafia migas.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kata Rizal Ramli yang belakangan kerap disapa RR1, harus mengusut siapa saja pejabat negara yang disogok mafia migas ini.

Langkah lain yang perlu dilakukan Pertamina untuk menghentikan kerugiaan ecek-ecek itu adalah meningkatkan penggunaan gas untuk pembangkit listrik secara nasional dari 23 persen menjadi 30 persen dalam waktu dua tahun.

Pertamina juga perlu mengurangi penggunaan generator diesel, yang merugikan PLN sekiatr Rp 37 trilliun per tahun.

"Selain itu, harus mengalihkan sumber energi ke pembangkit yang menggunakan batubara, gas, air, dan geothermal secepatnya,” kata dia lagi dalam perbincangan Sabtu pagi (4/1).

Hal lain yang selama ini tidak dilakukan Pertamina adalah membangun kilang minyak berkapasitas antara 300 ribu hingg 400 ribu barrel. Apabila dalam dua tahun kilang-kilang itu bisa dibangun, maka biaya produksi solar bisa turun antara 40 hingga 50 persen, kata tokoh yang menurut The President Center ini paling ideal menjadi presiden Indonesia. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya