Berita

net

Politik

Negara Kaya Sumber Alam Tapi Rakyat Hidup Miskin

KAMIS, 02 JANUARI 2014 | 20:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia sesungguhnya adalah negara yang kaya. Sayangnya, dengan berbagai kekayaan yang melimpah Indonesia belum bisa menjadi negara yang maju. Bahkan kesejahteraan rakyat masih jauh dari cukup. Masih banyak rakyat yang hidup miskin.

"Laut kita begitu kaya, tetapi kita masih impor ikan. Kita juga impor garam, dan banyak lagi komoditi lainnya yang diimpor. Ini kan aneh," ujar Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Prabowo Subianto, dalam ceramahnya saat meresmikan gedung baru STAI Muhammadiyah Garut, Jawa Barat (Kamis, 2/1).  

Prabowo benar-benar prihatin dengan ketergantungan kita terhadap barang-barang impor. Bahkan untuk urusan singkong, bangsa ini harus impor.


"Tadi pagi di tenda, (saya) makan ubi goreng dan singkong rebus. Itu makanan yang sebenarnya sangat baik, sangat sehat dan banyak gizinya. Sayangnya, sudah ratusan tahun rakyat kita makan dan menanam singkong tapi sekarang kita impor singkong," sambung Prabowo yang sejak 1 Januari 2014 membuka tenda dan berkemah di Desa Keramat Wangi, Kecamatan Cikajang, Garut untuk mengetahui aktifitas rakyat dari dekat.

Dalam ceramahnya, seperti diteruskan Sudaryono, Sekretaris Pribadi Prabowo yang juga Wasekjen Gerindra, Prabowo juga mengingatkan besarnya kebocoran uang negara membuat kesejahteraan rakyat sulit dicapai. Di tengah kekayaan Indonesia yang melimpah, sekitar Rp 1000 triliun atau setara 113 miliar dolar AS uang negara bocor per tahun. Padahal, menurut Prabowo kondisi Indonesia akan beda jika saja kebocoran anggaran tersebut tidak terjadi.

Dalam kesempatan lain Prabowo menyebut jumlah kebocoran tersebut dihitung dari kehilangan potensi penerimaan pajak sebesar 36 miliar dolar AS, kebocoran APBN 50 miliar dolar AS, dan alokasi anggaran negara untuk subsidi energi sebesar 30 miliar dolar AS.

"Kalau uang itu kita berikan ke setiap desa di Indonesia Rp 1 miliar, dengan jumlah desa 78 ribu maka baru habis Rp 78 triliun," demikian Prabowo. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya