Berita

megawati s/net

Politik

Mega Tidak Mungkin Mengkhianati Masyarakat

KAMIS, 02 JANUARI 2014 | 18:40 WIB | LAPORAN: SUHARDI

Meski nama Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), semakin kuat sebagai magnet politik nasional jelang pemilihan presiden 2014, namun kader PDI Perjuangan tetap memandang Ketua Umum mereka, Megawati Soekarnoputri, sebagai figur utama yang menentukan sikap politik partai.

Bagi PDIP Sumatera Selatan, tetap saja Jokowi belum mendapat restu dari Megawati Soekarnoputri untuk melaju ke pentas politik skala nasional. PDIP Sumsel juga berkomitmen mendukung penuh apapun keputusan politik Megawati.

Wakil Ketua DPD PDIP Sumsel bidang politik dan hubungan antar lembaga, HM Giri Ramanda N Kiemas, mengatakan, semua keputusan soal pencapresan diserahkan kepada Ketua Umum sembari melihat secara rasional apa yang saat ini dikehendaki masyarakat. Saat ini, tegasnya, PDIP fokus pada hasil pemilihan legislatif mendatang.


"Mau siapa pun yang jadi presiden kalau PDI Perjuangan tidak mencapai 20 persen maka kita tidak bisa mencalonkan, dan artinya harus berkoalisi," terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/1).

Kepada masyarakat, dia meminta untuk bersabar menunggu hasil pemilihan
legislatif. Dirinya meminta masyarakat untuk membantu PDIP tembus perolehan suara 20 persen sehingga bisa mencalonkan figur yang ditentukan.

"Kalau kita umumkan calonnya sekarang,  lalu PDIP tidak mencapai 20 persen pada Pileg,  lalu apa kata dunia? Makanya Ibu Mega mengatakan tunggu 9 April," terangnya.

Yang pasti, PDIP melalui Megawati akan mempertimbangkan dan
mengambil keputusan sacara bijaksana seandainya bisa memperoleh 20 persen suara nasional.

"Tidak mungkin mengkhianati masyarakat," tuturnya. [ald]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya