Berita

foto: net

Pertahanan

Pimpinan MPR Kecam Aksi Tembak Mati Terduga Teroris

KAMIS, 02 JANUARI 2014 | 14:10 WIB | LAPORAN:

Pihak MPR RI meminta Komisi I dan Komisi III DPR RI segera memanggil pimpinan Polri guna mengklarifikasi kebijakan tembak di tempat bagi orang yang diduga teroris.

Kejadian tembak di tempat terakhir terjadi jelang pergantian tahun kemarin. Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menembak mati enam terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, dalam drama penyergapan kurang lebih 10 jam.

"MPR desak Komisi I dan III minta penjelasan polisi, dalam hal ini Densus 88, soal kontroversi penanganan terhadap terduga teroris. Selama ini menangani teroris dengan tindakan teroris, tapi tidak dengan mencari sebab," jelas politisi Partai Golkar itu, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (2/1).


Hajriyanto tegaskan, keenam orang yang tewas di Ciputat itu baru terduga teroris, belum dipastikan sebagai teroris.

"Harus dicatat tebal, terduga, belum secara hukum teroris. Ini negara hukum. Ditembak mati tanpa proses hukum tidak bisa dilakukan," sesalnya.

Dia tidak sepakat dengan alasan Polri bahwa tindakan tembak di tempat itu dilakukan karena ada perlawanan dari para terduga teroris.

"Ini bukan konteks perang. Seharusnya yang ideal mereka dilumpuhkan dan ditangkap," tambahnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya