Berita

Sutan Bhatogana: Perpres Berobat Bagi Pejabat Dicabut Karena Aspirasi Rakyat

RABU, 01 JANUARI 2014 | 22:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Demokrat menanggapi santai tudingan aktivis Petisi 28 Haris Rusly Moti bahwa Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam telah berkhianat kepada Presiden SBY.

"Nggak lah, mana ada itu. Pak Sudi orang kepercayaan Pak SBY, Pak Dipo orang dekat Pak SBY," ujar politisi Demokrat, Sutan Bhatoegana kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Rabu, 1/1).

Sebelumnya, aktivis Petisi 28 Haris Rusly Moti menyebut Dipo Alam dan Sudi Silalahi berkhianat dan menjerumuskan SBY dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) mengenai fasilitas berobat ke luar negeri bagi pejabat negara. Perpres tersebut dibatalkan selang beberapa hari setelah diterbitkan karena ditentang banyak pihak. Tetapi menurut Haris, konsep Perpres berasal dari Sekneg dan pasti diketahui banyak oleh Dipo Alam selaku Seskab sehingga dengan Perpres itu keduanya sengaja mendelegitimasi dan menjerumuskan SBY.


Dikatakan Haris, untuk menutupi dan mengalihkan isu pengkhianatan SBY oleh Istana, Dipo Alam mengundang pengacara akun 'hantu' @triomacan2000 ke kantornya dengan agenda membicarakan dugaan korupsi salah seorang menteri.

Sutan menegaskan sekalipun tidak dicabut, Perpres tersebut bukanlah masalah. Sebagai orang kepercayaan dan dekat dengan SBY, Dipo Alam dan Sudi Silalahi memiliki niat baik di balik Perpres itu. Keduanya menerjemahkan bahwa setelah rakyat mendapat layanan kesehatan, maka pemimpinnya harus lebih sehat lagi.

"Pemimpin itu harus bekerja keras, makanya kesehatannya harus lebih terjamin. Pembatalan Perpres bukan karena penilaian menjerumuskan atau mendelegitimasi Presiden, tapi karena mendengar aspirasi yang berkembang. Wacana (pencabutan Perpres) kan berkembang di kalangan DPR" imbuh Sutan.

Meski begitu, Sutan tak mau memperingatkan agar Haris Rusli menyampaikan penilaian tidak tendensius dan mengada-ada.

"Tidak perlu (mengimbau) lah. Kita sudah paham posisi dia. Dia kan di seberang sana. Bagi dia apapun soal SBY dan pemerintahan pasti salah," demikian Sutan.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya