Berita

ruhut sitompul/rm

Politik

Ruhut Sitompul: Pak Dipo dan Pak Sudi Orang Kita...

RABU, 01 JANUARI 2014 | 21:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tudingan aktivis Petisi 28 Haris Rusly Moti bahwa Seskab Dipo Alam dan Sekneg Sudi Silalahi pengkhianat Presiden SBY karena melakukan upaya delegitimasi terhadap Pemerintahan merupakan tudingan yang sangat mengada-ada.

"Pak Dipo dan Pak Sudi itu orang kita. Mereka kepercayaan Pak SBY. Nggak lah, gak benar kalau dibilang jadi pengkhianat," ujar politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 1/1).

Justru kata Ruhut, Haris Rusli dan Petisi 28 yang selama ini menggembosi pemerintahan SBY. Dalam pandangan Haris, kata Ruhut, sama sekali tidak ada yang baik atau positif dari pemerintahan SBY.


"Bagi dia (Haris Rusli), Pak SBY ini kesalahan semua," demikian Ruhut.

Sebelumnya diberitakan, Presiden SBY diingatkan untuk menyadari bahwa upaya delegitimasi terhadap dirinya dilakukan oleh kalangan Istana.

Aktivis Petisi 28 Haris Rusly Moti mengatakan hal itu setidaknya nampak dari dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) mengenai fasilitas berobat di rumah sakit luar negeri bagi pejabat.

Perpres tersebut dibatalkan selang beberapa hari setelah diterbitkan karena ditentang banyak pihak.

"Konsep Perpres berasal dari Sekneg (Sekretariat Negara). Dengan Perpres itu Sekneg sengaja mendelegitimasi dan menjerumuskan SBY," ujar Haris dalam pesan elektroniknya kepada redaksi sesaat lalu (Rabu, 1/1).

Selain Sesneg Sudi Silalahi, upaya delegitimasi SBY juga dilakukan oleh anak buahnya yang lain, yakni Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Dipo sudah tentu juga mengetahui banyak soal Perpres tersebut. Namun untuk menutupi dan mengalihkan isu pengkhianatan SBY oleh Istana, kata Haris lagi, Dipo Alam undang pengacara akun 'hantu' @triomacan2000 ke kantor Sekretariat Kabinet dengan agenda membicarakan dugaan korupsi salah seorang menteri.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya