Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan sistem informasi logistik (Silog) Pemilu. Sistem ini berguna untuk meningkatkan pengelolaan logistik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.
Ketua KPU RI Husni Kamil Manik mengatakan, dengan Silog, pengadaan dan distribusi logistik Pemilu diharapkan tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat sasaran, tepat kualitas, dan hemat anggaran.
"Penggunaan sistem ini sebagai bentuk keterbukaan KPU dalam pengadaan dan distribusi logistik Pemilu. Publik dapat melakukan pengawasan secara efektif sehingga hasil akhirnya menjadi lebih baik," ujar Husni. Launching Silog dihadiri jajaran komisioner KPU; Sigit Pamungkas, Ida Budhiati, Arief Budiman, Hadar Nafis Gumay, Juri Ardiantoro dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah, hari ini (Selasa, 24/12).
Selain itu turut hadir komisioner dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), utusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Informasi Geospasial (BIGs) dan sejumlah lembaga pegiat Pemilu seperti Perludem dan JPPR.
Husni mengatakan, Silog dikembangkan atas kerja sama KPU dengan ITB dan BIGs. Untuk efektifitas pemanfaatan Silog, Ia meminta satuan kerja di semua tingkatan penyelenggara Pemilu, KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk melakukan
up date data dan informasi setiap saat.
"Perlu komitmen yang kuat dan sungguh-sungguh dari KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk mengoptimalkan penggunaan Silog," tandas Husni dalam keterangannya.
Publik dapat mengakses Silog melalui www.silog.kpu.go.id. Di sana dapat dilihat jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk setiap provinsi dan kabupaten/kota, jumlah panitia pemungutan suara (PPS), panitia pemilihan kecamatan (PPK), pemilih, surat suara, tinta sidik jari, formulir, kotak suara dan bilik suara.
[rus]