Berita

ilustrasi/net

Blitz

Tiga Kelemahan Mendasar Pengelolaan Ekonomi RI

MINGGU, 22 DESEMBER 2013 | 21:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kebijakan dan pengelolaan ekonomi Indonesia memiliki tiga kelemahan mendasar. Tiga kelemahan tersebut pertama, memiliki perspektif jangka pendek. Horison waktu yang dipertimbangkan hanya satu dua tahun ke depan, bahkan kadang sekadar reaksi atas satu fenomena.

"Kedua, amat mendasarkan diri pada kondisi eksternal, menganggap dinamika perekonomian sangat bergantung kepada dinamika ekonomi global. Jika ekonomi global membaik, Indonesia diyakini akan membaik, dan sebaliknya," ujar ujar ekonom Awalil Rizky dalam diskusi mingguan Barisan Nusantara di Jakarta sore tadi (Minggu, 22/12).

Barisan Nusantara adalah perkumpulan orang atau ormas yang diinisiasi dan dideklarasikan oleh para mantan aktivis mahasiswa era 90-an pada 10 Nopember lalu di Yogyakarta, dan telah menyelenggarakan Musyawarah Nasional beberapa waktu lalu di Jakarta. Barisan saat ini sedang mengembangkan organisasi ke berbagai propinsi dan kabupaten dan kota.


Kelemahan terakhir, lanjut Awali, kebijakan dan pengelolaan ekonomi Indonesia tidak mempertimbangkan secara serius soal kedaulatan ekonomi Negara.

Peneliti senior Bright Indonesia Institute itu menyebutkan variabel dan kondisi eksternal yang selalu dijadikan acuan penentuan kebijakan ekonomi Indonesia diantaranya dinamika perdagangan dunia, harga komoditas tertentu, kondisi negara maju dan yang berhubungan penting dengan Indonesia, serta arus modal dan uang di pasar global. Semua dianggap jauh lebih penting daripada soal ketenagakerjaan domestik, pengembangan teknologi produksi, kreatifitas kerja rakyat dan berbagai factor endowment lain yang kita miliki dan sesungguhnya potensial untuk membangun perekonomian nasional secara berkelanjutan.

"Akibatnya tidak terlihat paket kebijakan ekonomi yang konsisten dan berperspektif jangka panjang. Berulang kali dikemukakan arti penting membangun fundamental ekonomi yang kuat, namun yang dilakukan tetap tindakan sporadis, reaksioner dan tambal sulam," kata Awali Rizky yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Barisan Nusantara.

Bagaimana mungkin, dicontohkan Awali, membangun fundamental ekonomi di tengah rezim suku bunga tinggi yang dilakukan oleh Bank Indonesia saat ini. Makanya, wajar jika kemudian ada kecurigaan bahwa kebijakan ekonomi yang utama syarat dengan kepentingan ekonomi politik dari kekuatan besar, baik domestik maupun internasional.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya