Berita

Priyo Budi Santoso

Wawancara

WAWANCARA

Priyo Budi Santoso: Paling Cepat Januari 2014, Timwas Kirim Surat Panggilan Ke Boediono

JUMAT, 20 DESEMBER 2013 | 10:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Surat Wakil Presiden Boediono yang menyatakan  tidak bersedia hadir di DPR segera diserahkan kepada Ketua Tim Pengawas (Timwas) Century.

“Saya akan bawa ke rapat pimpinan DPR mengenai isi surat tersebut.  Setelah itu langsung diserahkan kepada Ketua Tim Pengawas (Timwas) kasus Century, supaya mereka bisa merapatkan, langkah apa yang akan diambil,” ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut politisi Partai Golkar itu, kewenangan untuk menindaklanjuti ada pada Timwas Century. Sementara pimpinan DPR hanya bisa memberikan himbauan.


Berikut kutipan selengkapnya:

Apa Isi surat tersebut?
Saya tidak bisa mengungkapkannya sekarang. Sebab, surat ini bersifat pribadi. Yang pasti isinya ada delapan poin.

Apa alasannya tidak bisa hadir?

Salah satu alasannya adalah karena Pak Boediono telah mememberikan penjelasan mengenai Century kepada KPK. Beliau menilai penjelasan tersebut sudah cukup.

Sebab, penjelasan itu bagian dari proses hukum. Beliau ingin menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Apakah DPR tidak tersinggung dengan penolakan ini?
Sama sekali tidak. Dalam surat ini Pak Boediono jelas menyatakan, kalau dirinya menghormati DPR. Alasan-alasan yang tertulis secara argumentasi tertata baik, santun, dan bertutur. Hanya saja karena kasus ini sedang bergulir proses hukumnya, beliau mau menghormatinya.

Selain itu dia juga mengatakan sudah cukup memberikan keterangan sebanyak dua kali dalam Pansus. Ketika masih dalam pansus angket, beliau kooperatif menjalani pemeriksaan di KPK. Menurut pandangannya, menjaga kekuasaan kehakiman itu sikap yang harus dihormati.

Bukankah itu cara untuk mangkir dari pemeriksaan?
Saya kira tidak. Buktinya surat ini menggunakan kop surat dengan nama Pak Boediono, bukan istana. Jadi surat ini betul-betul pribadi dari Pak Boediono.

Penjelasan yang diberikan pun cukup jelas, dan komprehensif.

Kalau begitu tidak akan ada pemanggilan berikutnya?

Belum tahu, itu semua tergantung hasil pembahasan Timwas. Kalau Fraksi-Fraksi di rapat Timwas Century sepakat untuk melakukan pemanggilan lagi, mungkin DPR akan melayangkan surat lagi. Kalau tidak, ya selesai sampai di sini. Ini semua terserah Timwas mau diapain surat tersebut.

Kalau seandainya Timwas memutuskan melakukan pemanggilan, kapan kira-kira dapat terealisasi?
Saya belum tahu, situasinya sulit untuk diprediksi. Yang pasti tidak mungkin dilakukan saat ini. Karena sebentar lagi DPR reses. Paling cepat itu Januari 2014 Timwas baru bisa mengirim surat panggilan lagi untuk Pak Boediono. Itu kalau diputuskan memanggil.

Apa saran Anda untuk Timwas?
Kalau nanti Timwas memanggil, dan Pak Boediono bisa hadir, tolong dihormati  jabatan beliau sebagai Wapres. Kita akan cari jalan keluar paling baik. Tidak perlu mempermalukan pihak mana pun. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya