Berita

Sidarto Danusubroto

Wawancara

WAWANCARA

Sidarto Danusubroto: Korupsi Tidak Bisa Dikaitkan Dengan Pemahaman 4 Pilar

KAMIS, 19 DESEMBER 2013 | 09:19 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

MPR terus mensosialisasikan empat pilar berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tapi pejabat negara tetap saja melakukan penyalahgunaan wewenang dan korupsi. Padahal, antara lain pesan penting dalam empat pilar itu adalah kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin terwujud kesejahteraan seluruh rakyat bila pejabatnya tetap sibuk merampok uang rakyat.


Menanggapi hal itu, Ketua MPR Sidarto Danusubroto mengatakan, pejabat negara sangat paham mengenai empat pilar. Tapi kalau niatnya melakukan korupsi, tentu tidak bisa dibendung dengan memahami empat pilar.

“Meski pejabat terus korupsi, sosialisasi empat pilar tetap dilanjutkan. Tindakan korupsi itu tidak bisa dikaitkan dengan paham empat pilar. Tidak bisa juga dikatakan sosialisasi empat pilar itu gagal,’’ kata Sidarto Danusubroto kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, pekan lalu.

Berikut kutipan selengkapnya;

Kalau korupsi terus, bukan kah itu tidak menghayati nilai-nilai Pancasila?
Seharusnya sih kalau menghayati nilai-nilai Pancasila, tentu muncul kesadaran dari seluruh elemen mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk di sini tidak mau melakukan korupsi. Sebab, korupsi itu pasti merugikan rakyat.
   
Barangkali sosialisasinya kurang mantap?
Sosialisasi sudah dilakukan dari dulu, dan terus dilakukan. Ini kembali kepada niat pribadi-pribadi pejabat itu.
 
Apa sosialisasi itu hanya tugas MPR?
Tidak dong, sosialisasi empat pilar ini bukan hanya tugas MPR, tapi juga tugas DPR dan DPD. Bahkan tugas kita semua elemen masyarakat, termasuk parpol.
Kalau parpol yang setengah hati melaksanakan itu, berarti  diragukan untuk membangun bangsa dan negara ini.

Kerusuhan terus terjadi, apa sosialisasi empat pilar tidak berhasil?
Bukannya tidak berhasil. Kesadaran sebagai bangsa besar harus timbul dari masyarakat dan para pemimpin, termasuk pemimpin agama. Di zaman reformasi ini semua bebas mengecam orang lain dengan sebutan sesat. Padahal yang  bisa mengecam ajaran itu sesat adalah Allah. Jepang agamanya Shinto. Kalau masalah ritual kalah dengan kita. Tapi dalam berperilaku mereka lebih baik. Tidak ada korupsi dan pungli.

Apa yang salah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita?
Karena ada kelompok merasa paling benar. Mudah-mudahan dengan sosialisasi empat pilar ini masyarakat bisa menyadari arti berbangsa dan bernegara. Perbedaan adalah kekayaan Indonesia. Maka harus kita terima. Jangan dijadikan konflik.

Terobosan apa yang dilakukan untuk sosialisasi empat pilar?
Berbagi cara kami lakukkan. Misalnya, Goes to Campus, Wayang Kulit Empat Pilar, Wayang Golek Empat Pilar, Ketoprak Empat Pilar, Cerdas Cermat  Empat Pilar dan mencipta lagu Empat Pilar. Semua  kami laksanakan  dengan sungguh-sungguh. Bahkan beberapa kali Presiden juga hadir.

Ke mana saja  sosialisasi dilakukan?
Targetnya di semua kota, termasuk di Perguruan Tinggi.  ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya