Berita

foto:rmol

Perahu Terbang Karya Anak Bangsa Diluncurkan Lima Hari Sesudah Pemilu

Pemerintah Berterimakasih kepada IMI
RABU, 18 DESEMBER 2013 | 15:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesia sebagai negara kepulauan saat ini mengalamai empat kendala. Yaitu, masalah listrik, air bersih, kenoktivitas antar pulau dan telekomunikasi.

Flyingboat GEVER-OS atau perahu terbang karya Institut Marititm Indonesia (IMI) yang saat ini masih tahap riset dan percobaan diharapkan mampu menjawab tantangan maritim Indonesia tersebut.

"Kami ingin menyampaikan rasa syukur kepada anak bangsa, paling tidak semangat membangun pulau-pulau terkecil sangat luar biasa, walau belum optimal," Direktur Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil, Dijen KP3K, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rido Minduk Batubara di Ciputat, Rabu (18/12).


Pagi tadi, meski belum sempurna, Flyingboat GEVER-OS, teknologi yang dikembangkan dari konsep memadukan pesawat ringan dan speedboat di Danau Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten sudah "berlayar" di permukaan air. Namun upaya terbang belum berhasil, karena kekurangan power.

Rido menjelaskan, ke depan pulau-pulau luar dan terpencil akan terkonektevitas. Dengan itu pergerakan ekonomi akan cepat bergerak dan berkembang.

Setelah proses tahapan riset dan uji coba dilakukan, rencananya Flyingboat GEVER-OS akan diluncurkan pada tanggal 14, April 2014 pukul 14.14 WIB, atau lima hari sesudah pemilu 9 April 2014.

Untuk menunjang percepatan kebanggaan bangsa ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan, kata Rido, akan bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan, TNI AL, IMI, Pemerintahan Daerah di kepulauan, dan pihak terkait lainnya.

"Kita ingin, perahu terbang ini betul-betul ditangani anak bangsa. Pilotnya nanti akan kita latih dari anak-anak pulau. Kita ingin katakan pada dunia, anak-anak pulau Indonesia itu hebat," ungkap Rido.

Soal pendanaan, kata Rido, sampai saat ini masih dibicarakan. 2014 akan diproduksi sekitar 7 sampai 10 unit Flyingboat GEVER-OS.

"Perkiraan sementara, harganya barang kali Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar per unit. Tapi ini masih dibicarakan," tandasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Institut Maritim Indonesia (IMI), Y. Paonganan, menjelaskan, pihaknya terus berusaha maksimal menyempurnakan karya anak bangsa ini. Flyingboat GEVER-OS diharapkan bisa manjawab tantangan maritim Indonesia. Dengan demikian nantinya Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki wahana transportasi laut yang hemat bahan bakar, memiliki kecepatan tinggi di atas kecepatan perahu atau speedboat konvensional, serta mampu terbang di tas permukaan laut dalam ketinggian 150 meter.

Prototipe Flyingboat GEVER-OS didesain, kata Paonganan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pantai, kepulauan, pengawasan wilayah pantai, mengatasi pencurian ikan, ambulans keliling, guru dan dokter antar pulau, pemetaan laut, serta wahana dalam penganggulangan bencana di laut dan kepulauan.

Berikut spesifikasi prototipe Flyingboat GEVER-OS; daya jelajah 1200 km, berat kosong wahana 900 kg, berat maksimum 1600 kg, penumpang 4 orang+1 Operator, lebar 220cm, tinggi 290cm, lebar sayap 1220 cm, panjang 860 cm, maksimum isi tanki 220 liter, bahan bakar 98 Oktan RON/Avgas, tenaga penggerak: UL 520iS, 200HP, 5200cc, 6 Cylinder (UL-Power Aero Engines, Belgium), kecepatan maksimum: 220 Km/Jam, dan kecepatan jelajah: 180 Km/Jam. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya