Berita

Rhoma Irama

Wawancara

WAWANCARA

Rhoma Irama: Saya Masih Dipertimbangkan Menjadi Calon Presiden PKB

RABU, 18 DESEMBER 2013 | 09:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Awalnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hanya mengelus raja dangdut Rhoma Irama menjadi capres. Kemudian dielus lagi Mahfud MD. Selanjutnya Jusuf Kalla.

Terakhir PKB mengutak-atik pasangan satu paket. Yang dianggap  potensial sebagai pasangan capres-cawapres adalah Jusuf Kalla-Jokowi, dan Jusuf Kalla-Mahfud MD.   
Menanggapi hal itu, Rhoma Irama yakin dirinya masih dipertimbangkan PKB menjadi capres. Sebab, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sering mengajak dirinya ke daerah.

“Saya sering turun ke bawah bersama Pak Muhaimin Iskandar. Ini artinya saya masih dipertimbangkan menjadi capres PKB,” kata Rhoma Irama kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

“Saya sering turun ke bawah bersama Pak Muhaimin Iskandar. Ini artinya saya masih dipertimbangkan menjadi capres PKB,” kata Rhoma Irama kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya;

Anda dinilai kurang potensial dibanding Jusuf Kalla dan Mahfud MD, ini bagaimana?
Terserah menilainya seperti apa. Yang jelas,  saya  tidak berambisi untuk maju dalam Pilpres 2014.

Saya mengalir seperti air saja. Tidak berambisi. Menjadi pemimpin itu adalah takdir Allah. Tidak boleh  direkayasa dan dipaksakan.

Makanya, saya pun tidak melakukan pencitraan. Saya lurus-lurus saja. Kalau dipilih, ya maju, tapi kalau tidak pun, saya tidak berambisi.

Anda pasrah?

Bukan pasrah. Tapi mengalir seperti air saja.  Saya kan diminta untuk jadi capres PKB. Saya menganggapnya ini sebuah amanah.
    
Apa benar karena amanah, makanya Anda siap maju?
Benar kok. Kalau seorang tentara lari dari tugas, itu disebut desersi.  Saya merasa kalau menolak amanah itu, saya jadi desersi. Makanya keterpanggilan harus saya terima. Karena dalam konteks itu saya adalah seorang informal leader.

Semua tokoh masyarakat adalah informal leader. Ketika saya menolak menjadi capres, maka saya merasa berdosa.

Kabarnya Anda dulu pernah dielus menjadi capres, apa benar?
Benar. Dalam Pilpres 2004  ada desakan agar saya menjadi capres. Saat itu ada partai yang siap mendanai.

Mereka menilai saya saya pantas menjadi capres. Sebab, setiap lirik yang saya nyanyikan mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Tahun 2009, Suryadharma Ali (SDA) mengajak saya berkampanye untuk SBY, keliling Jawa Tengah menggunakan helikopter. Massa mengelu-elukan dan histeris terhadap saya. Makanya  SDA memita saya menjadi capres.

Apa reaksi Anda?
Saya tolak dengan baik-baik. Selanjutnya ada juga tawaran saya menjadi cawapres dari seorang capres. Saya tolak juga. Tidak tertarik, he...he...he.

Setelah  Pilkada DKI Jakarta, muncul lagi desakan itu. Lalu dari situ saya mulai berpikir untuk menerima tawaran jadi capres. Kemudian ditambah dorongan yang kuat dari ulama dan habib. Itu yang menggerakkan hati saya.

Memang kenapa?
Capres yang ada sekarang tak ada yang berasal dari ulama. Makanya hati saya tergerak untuk maju.

Mahfud MD basisnya NU, Jusuf Kalla basisnya loyalis di Golkar, kalau Anda?
Kalau saya tentu lintas partai, lintas ormas dan lintas agama.   Saya dikenal oleh semua golongan.

Apa penggemar sudah pasti mendukung Anda menjadi capres?

Saya tidak tahu. Biar waktu yang menjawabnya. Setelah pileg nanti bisa diketahui.

Apa perlu dilakukan survei terhadap penggemar  Anda?
Memang seharusnya dilakukan survei, apakah mereka memilih saya bila menjadi capres dalam Pilpres 2014.

Kapan dilakukan?
Nggak tahu. Saya tidak punya duit untuk melakukan survei. Saya tidak bisa membayar lembaga survei.

Bukankah sukarelawan Anda bisa membantu melakukan survei?
Ya. Itu usulan bagus. Nanti tim yang akan melakukannya. Tapi tidak seperti survei-survei yang ada.

Memang kenapa survei yang ada?
Biasanya kan survei itu pesanan dari partai atau orang yang maju dalam pilpres.

Bagi Anda survei itu penting nggak sih?
Penting nggak penting juga. Survei itu sebenarnya untuk membentuk opini publik dalam upaya mempengaruhi masyarakat. Makanya banyak orang mau bayar mahal.

Tapi kita hanya bisa berencana. Tapi kalau Tuhan tidak menghendaki, tentu tidak akan jadi. 
 
Kalau masalah pendanaan, bagaimana?
Posko-posko pemenangan saya di seluruh Indonesia yang bikin  penggemar saya. Sampai pernah di Bintan penggemar saya ngumpulin duit per orang Rp 20 ribu, mencapai Rp 60 juta. Kemudian saya diminta datang untuk sosialisasi capres. Waktu saya datang, mereka bentangkan spanduk; selamat datang capres. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya